Inter Milan – Menambah koleksi gelar Coppa Italia mereka menjadi 10 trofi setelah menundukkan Lazio 2-0 pada final yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menegaskan dominasi Nerazzurri dalam beberapa edisi terakhir kompetisi domestik Italia.
Gol pertama Inter tercipta melalui bunuh diri Adam Marusic pada menit ke-14. Sementara gol kedua dicetak oleh Lautaro Martinez pada menit ke-35, yang menutup peluang Lazio untuk bangkit di babak kedua. Kemenangan ini menjadi penegasan kualitas Inter di laga-laga final Coppa Italia dalam beberapa tahun terakhir.
Tren Positif Inter di Coppa Italia
Inter Milan kini meraih gelar Coppa Italia ketiga dalam enam tahun terakhir. Sebelumnya, mereka memenangkan trofi pada 2023 dan 2022. Bahkan, dari lima final Coppa Italia terakhir, Inter selalu keluar sebagai juara. Keberhasilan ini terjadi pada tahun 2010, 2011, 2022, 2023, dan kini 2026, menandai konsistensi tinggi Nerazzurri di turnamen ini.
Selain menambah pundi-pundi trofi, kemenangan ini membuat Inter melewati AS Roma sebagai pengoleksi gelar Coppa Italia terbanyak kedua. Inter kini resmi memiliki 10 gelar, sedangkan Roma memiliki sembilan trofi. Prestasi ini menegaskan posisi Inter sebagai salah satu klub elite di kancah sepak bola Italia.
Juventus Masih Jadi Penguasa
Meski Inter berhasil menambah koleksi gelar, Juventus tetap menjadi penguasa Coppa Italia dengan 15 trofi. Juventus terakhir kali memenangkan Coppa Italia pada 2024. Jarak koleksi trofi antara Inter dan Juventus masih cukup signifikan, namun pencapaian Nerazzurri menunjukkan bahwa mereka mampu konsisten bersaing di level tertinggi.
Peringkat pengoleksi gelar Coppa Italia saat ini menempatkan Juventus di posisi pertama, Inter di posisi kedua, dan AS Roma di urutan ketiga. Lazio berada di posisi keempat dengan tujuh trofi, disusul Fiorentina dan Napoli masing-masing dengan enam gelar. Torino dan AC Milan memiliki lima trofi Coppa Italia.

Inter Milan sudah 10 gelar Coppa Italia, cuma kalah dari Juventus.
Kemenangan Final yang Melegakan
Pelatih Inter Milan menyatakan bahwa kemenangan ini menjadi bukti kerja keras tim sepanjang musim. Strategi solid dan koordinasi lini belakang terbukti efektif untuk meredam ancaman Lazio. Inter berhasil menjaga fokus sejak menit awal, memanfaatkan peluang, dan menutup ruang gerak lawan.
Lautaro Martinez tampil sebagai pemain kunci dengan gol yang menegaskan kualitasnya di lini depan. Selain itu, kontribusi seluruh pemain, baik dari sisi bertahan maupun menyerang, menjadi faktor utama kesuksesan Inter di final kali ini.
Dampak Kemenangan untuk Inter Milan
Kemenangan Coppa Italia kali ini memberikan dorongan moral yang signifikan menjelang musim baru. Inter membuktikan kemampuan mereka untuk tampil konsisten di turnamen domestik. Selain itu, keberhasilan ini juga memperkuat reputasi klub dalam perburuan gelar, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Dengan gelar Coppa Italia ke-10 ini, Inter Milan menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi salah satu kekuatan utama di Italia. Prestasi ini menjadi motivasi tambahan bagi pemain dan pelatih untuk mempertahankan performa tinggi di musim berikutnya.
Catatan Statistik
Dari sisi statistik, Inter Milan menunjukkan dominasi di final. Gol bunuh diri Marusic memberi bukti bahwa tekanan awal berhasil memecah konsentrasi lawan. Sedangkan gol Lautaro Martinez menunjukkan kemampuan individu untuk menuntaskan peluang di momen krusial.
Kemenangan ini juga mengukuhkan Inter sebagai tim yang tangguh dalam final. Konsistensi Nerazzurri di Coppa Italia lima final terakhir menunjukkan mental juara yang kuat, sebuah faktor penting bagi klub yang menargetkan gelar domestik dan Eropa.
Kesimpulan
Inter Milan menutup musim dengan catatan positif, menambah gelar Coppa Italia ke-10, dan memperkuat posisi mereka sebagai salah satu klub elite Italia. Meskipun masih tertinggal dari Juventus dalam jumlah trofi, pencapaian ini menunjukkan perkembangan dan konsistensi Nerazzurri di kompetisi domestik. Dengan mental juara dan skuad berkualitas, Inter Milan siap menatap musim berikutnya dengan optimisme tinggi.