Sepanjang tahun 2025 – pasar otomotif nasional semakin ramai dengan kehadiran berbagai model mobil hybrid, baik hybrid konvensional maupun plug-in hybrid (PHEV). Beragam merek berlomba menawarkan kendaraan ramah lingkungan sebagai alternatif mesin konvensional. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada pasar mobil hybrid bekas yang di nilai masih bergerak lambat.
Sejumlah pedagang mobil bekas menyebutkan bahwa segmen mobil hybrid seken belum menunjukkan geliat signifikan. Ketersediaan unit yang terbatas serta harga yang masih relatif tinggi menjadi faktor utama yang menahan pertumbuhan pasar ini.
Stok Mobil Hybrid Bekas Masih Minim
Pelaku usaha mobil bekas mengungkapkan bahwa stok mobil hybrid bekas saat ini masih sedikit. Unit yang tersedia umumnya merupakan kendaraan keluaran tahun 2023 ke atas, sehingga usia pakainya masih tergolong muda. Kondisi tersebut membuat harga jual mobil hybrid bekas belum mengalami depresiasi yang berarti.
Dengan usia kendaraan yang masih satu hingga dua tahun, selisih harga antara mobil hybrid bekas dan unit baru di nilai belum cukup menarik bagi konsumen. Akibatnya, calon pembeli lebih memilih membeli mobil baru yang masih di lengkapi garansi pabrikan dan jaminan kondisi kendaraan.

Toyota Innova Zenix Hybrid
Harga Bekas Masih Dekat dengan Unit Baru
Harga menjadi faktor krusial dalam pergerakan pasar mobil hybrid bekas. Sejumlah model hybrid masih di pasarkan di kisaran harga yang mendekati mobil baru. Hal ini membuat daya tarik mobil hybrid seken kalah dibandingkan kendaraan konvensional yang umumnya mengalami penurunan harga lebih cepat.
Pedagang menilai bahwa selama harga mobil hybrid bekas masih tinggi, perputaran unit akan sulit meningkat. Konsumen cenderung bersikap rasional dengan mempertimbangkan nilai jual kembali, biaya perawatan, serta risiko teknologi baru dalam jangka panjang.
Persepsi Konsumen terhadap Teknologi Hybrid
Selain harga dan ketersediaan unit, persepsi konsumen juga berperan penting. Mobil hybrid dan listrik masih di anggap sebagai teknologi baru oleh sebagian masyarakat. Segmen konsumen menengah ke bawah umumnya melihat mobil sebatas sebagai alat transportasi, bukan sebagai produk teknologi yang menawarkan efisiensi dan inovasi.
Sebaliknya, pembeli mobil hybrid mayoritas berasal dari kalangan menengah ke atas yang memiliki daya beli lebih tinggi dan preferensi terhadap kendaraan baru. Kondisi ini membuat mobil hybrid relatif jarang masuk ke pasar bekas dalam waktu singkat.
Model Hybrid Mulai Muncul di Pasar Sekunder
Meski demikian, beberapa model hybrid mulai terlihat di pasar mobil bekas. Salah satu model yang cukup sering di jumpai adalah kendaraan hybrid yang meluncur perdana pada akhir 2022. Namun hingga 2025, harga unit bekasnya masih berada di atas Rp 400 juta, tergantung varian dan tahun produksi.
Pantauan di sejumlah platform jual beli kendaraan menunjukkan bahwa penurunan harga memang mulai terjadi, tetapi masih berjalan lambat. Depresiasi mobil hybrid di nilai tidak secepat mobil bermesin bensin atau diesel konvensional.
Prospek Pasar Mobil Hybrid Bekas
Ke depan, pasar mobil hybrid bekas di perkirakan akan mulai berkembang seiring bertambahnya populasi kendaraan hybrid di Indonesia. Ketika usia kendaraan semakin bertambah dan harga mulai turun lebih signifikan, mobil hybrid bekas berpotensi menjadi pilihan alternatif bagi konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar dengan harga lebih terjangkau.