Gaikindo Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia memberikan respons positif terhadap rencana pemerintah yang akan menghubungkan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan pengembangan program mobil dan motor nasional. Namun, asosiasi industri otomotif tersebut meminta pemerintah menetapkan definisi serta kriteria kendaraan nasional secara rinci sebelum kebijakan tersebut di terapkan.

Menurut Gaikindo, kejelasan aturan menjadi hal penting agar program insentif kendaraan listrik tidak menimbulkan perbedaan pemahaman di antara produsen maupun pelaku industri otomotif. Saat ini, konsep kendaraan nasional masih membutuhkan pembahasan lebih mendalam, terutama terkait teknologi, produsen, hingga standar yang harus di penuhi.

Gaikindo Dorong Kejelasan Konsep Kendaraan Nasional

Vice Chairman Market Development Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan, pemerintah perlu menentukan terlebih dahulu seperti apa kategori kendaraan yang dapat di sebut sebagai mobil nasional atau motor nasional. Menurutnya, berbagai aspek masih perlu di kaji sebelum program tersebut berjalan.

Jongkie menjelaskan bahwa pemerintah harus menjawab sejumlah pertanyaan mendasar terkait konsep kendaraan nasional. Salah satunya adalah apakah kategori tersebut hanya berlaku untuk kendaraan listrik atau tetap membuka peluang bagi kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE).

Selain itu, pemerintah juga perlu menentukan apakah kendaraan nasional harus di produksi oleh perusahaan dalam negeri sepenuhnya atau dapat menggunakan teknologi dari pihak lain. Kejelasan mengenai hal tersebut di nilai penting agar industri memiliki acuan yang sama dalam mengikuti program pemerintah.

Menurut Jongkie, pembahasan mengenai kendaraan nasional tidak hanya berkaitan dengan jenis kendaraan, tetapi juga mencakup aspek teknologi, investasi, kemampuan manufaktur, serta keterlibatan industri lokal.

Gaikindo membahas rencana insentif kendaraan listrik nasional di Indonesia.

Proyek mobil nasional I2C yang di garap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI)

Dukungan Terhadap Penguatan Industri Otomotif Nasional

Meski meminta kejelasan regulasi, Gaikindo menyatakan tetap mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat industri otomotif nasional melalui pemberian insentif kendaraan listrik. Asosiasi menilai kebijakan tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing industri kendaraan bermotor di Indonesia.

Jongkie mengatakan, pemerintah perlu memanfaatkan ekosistem otomotif yang sudah berkembang selama bertahun-tahun. Indonesia saat ini telah memiliki jaringan industri yang mencakup sektor manufaktur, pemasok komponen, hingga tenaga kerja yang mendukung produksi kendaraan.

Menurutnya, program kendaraan nasional sebaiknya tidak berjalan secara terpisah dari industri yang sudah ada. Sebaliknya, kebijakan tersebut perlu melibatkan berbagai pihak agar manfaatnya dapat di rasakan secara luas.

Ia menilai penyusunan kebijakan insentif kendaraan listrik membutuhkan kajian menyeluruh karena menyangkut banyak sektor. Pemerintah perlu mempertimbangkan kesiapan investasi, kapasitas produksi, rantai pasok, hingga keberlanjutan industri otomotif dalam negeri.

Jongkie menegaskan bahwa Gaikindo siap mendukung program tersebut selama kebijakan yang di buat mampu memperkuat ekosistem otomotif Indonesia.

Skema Insentif Masih Menunggu Keputusan Pemerintah

Terkait bentuk insentif yang akan di berikan, Gaikindo belum memberikan prediksi mengenai skema yang akan di terapkan pemerintah. Jongkie menyebut pemerintah telah melakukan pembahasan cukup panjang sehingga keputusan akhir kemungkinan akan mempertimbangkan berbagai faktor.

Ia mengatakan, kebijakan mengenai insentif kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan satu aspek, melainkan melibatkan berbagai kepentingan industri. Karena itu, seluruh pihak perlu menunggu hingga pemerintah secara resmi mengumumkan aturan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa insentif kendaraan listrik ke depan akan diarahkan untuk mendukung pengembangan kendaraan nasional. Fasilitas tersebut nantinya akan di berikan kepada kendaraan yang memenuhi kategori sebagai mobil nasional maupun motor nasional.

Agus menjelaskan bahwa Kementerian Perindustrian saat ini berfokus menyiapkan aspek teknis terkait pelaksanaan kebijakan. Sementara itu, pembahasan mengenai detail skema insentif masih dilakukan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Program kendaraan nasional tersebut di harapkan dapat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan industri otomotif Indonesia. Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, kebijakan ini juga di tujukan untuk meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri otomotif global.

Dengan adanya aturan yang jelas, pelaku industri berharap program tersebut dapat berjalan secara efektif dan memberikan kepastian bagi produsen kendaraan maupun masyarakat sebagai pengguna akhir.