Biaya Pasang Wall Charger Mobil Listrik menjadi salah satu pengeluaran yang perlu calon pemilik kendaraan listrik perhitungkan sejak awal. Selain menyiapkan dana untuk membeli kendaraan, konsumen juga perlu memikirkan fasilitas pengisian baterai yang praktis di rumah.

Wall charger atau home charging menawarkan kemudahan bagi pemilik mobil listrik untuk mengisi baterai tanpa harus selalu mendatangi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Pemilik kendaraan dapat menghubungkan mobil dengan perangkat pengisian ketika berada di rumah.

Namun, konsumen tidak cukup hanya melihat harga perangkat wall charger. Beberapa komponen lain turut menentukan total biaya pemasangan. Komponen tersebut meliputi jasa instalasi, material kabel, kWh meter, penyesuaian kebutuhan listrik, hingga sistem grounding.

Karena itu, calon pengguna sebaiknya memeriksa seluruh komponen dalam paket sebelum membeli perangkat. Langkah tersebut dapat membantu konsumen memperkirakan anggaran secara lebih akurat.

Harga Wall Charger 7 kW Mulai Rp 7,3 Juta

Ninis Ribang, Public Relation PT Tri Energi Berkarya (TEB), menjelaskan bahwa setiap paket wall charger memiliki harga berbeda. Jenis perangkat dan kelengkapan instalasi menjadi faktor yang memengaruhi total biaya.

TEB menawarkan salah satu perangkat pengisian daya ABB Obsidian dengan kapasitas 7 kW. Perusahaan mematok harga perangkat tersebut sebesar Rp 8 juta.

Harga itu sudah mencakup jasa pemasangan dan material bundling sepanjang lima meter. Dengan demikian, konsumen sudah memperoleh perangkat beserta kebutuhan dasar instalasinya.

Meski begitu, kebutuhan setiap rumah dapat berbeda. Konsumen mungkin perlu mengeluarkan biaya tambahan apabila membutuhkan komponen lain di luar paket dasar.

Sebagai contoh, pemasangan yang mencakup kWh meter dan grounding tanam membutuhkan anggaran lebih besar. Menurut Ninis, paket lengkap untuk perangkat tersebut dapat menelan biaya sekitar Rp 15 juta.

Artinya, selisih antara harga perangkat dasar dan paket lengkap cukup besar. Oleh sebab itu, pemilik mobil listrik perlu memeriksa kondisi instalasi listrik rumah sebelum menentukan paket.

Ada Pilihan Wall Charger Lebih Terjangkau

Selain ABB Obsidian, TEB juga menawarkan wall charger merek Stella sebagai alternatif dengan harga lebih rendah. Perusahaan menjual perangkat tersebut mulai Rp 7,3 juta.

Harga Stella sekitar Rp 700.000 lebih murah dibandingkan ABB Obsidian yang mencapai Rp 8 juta. Pilihan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang ingin menekan biaya awal pemasangan home charging.

Namun, harga perangkat bukan satu-satunya faktor yang perlu konsumen perhatikan. Kebutuhan instalasi tambahan tetap dapat meningkatkan total pengeluaran.

Misalnya, konsumen mungkin membutuhkan penyesuaian terkait kebutuhan PLN dan pemasangan grounding. Paket dengan komponen lebih lengkap tentu memiliki harga berbeda dibandingkan paket perangkat dasar.

Karena itu, konsumen sebaiknya menanyakan detail paket kepada penyedia sebelum melakukan pemasangan. Pastikan harga yang tercantum sudah mencakup jasa instalasi, kabel, material pendukung, kWh meter, dan grounding apabila memang membutuhkannya.

Langkah ini penting agar pemilik kendaraan tidak menemukan biaya tambahan setelah proses pemasangan berjalan.

Biaya Pasang Wall Charger Mobil Listrik

Ilustrasi wall charger mobil listrik.

Tarif Listrik Rumah Tangga Rp 1.699 per kWh

Selain biaya pasang wall charger mobil listrik, pengguna juga perlu menghitung biaya pengisian baterai setiap hari. Besarnya pengeluaran bergantung pada konsumsi energi kendaraan dan tarif listrik rumah.

Menurut Ninis, pelanggan rumah tangga dengan daya di atas 3.500 VA membayar tarif listrik sebesar Rp 1.699 per kWh. Angka tersebut berbeda dari tarif yang dapat berlaku pada fasilitas pengisian umum.

Ia menjelaskan bahwa angka sekitar Rp 2.500 per kWh lebih mungkin berkaitan dengan fasilitas SPKLU. Sementara itu, pengisian menggunakan listrik rumah tangga mengikuti tarif Rp 1.699 per kWh sesuai kategori yang ia jelaskan.

Dengan tarif tersebut, pemilik mobil listrik dapat memperkirakan biaya pengisian berdasarkan kapasitas baterai kendaraannya. Semakin besar energi yang masuk ke baterai, semakin besar pula biaya listrik yang perlu pengguna keluarkan.

Kapasitas Charger Tidak Mengubah Tarif per kWh

Pemilik kendaraan juga dapat memilih wall charger dengan kapasitas yang menyesuaikan kebutuhan mobil. TEB menyediakan beberapa pilihan, antara lain 7 kW, 11 kW, dan 22 kW.

Menurut Ninis, perbedaan kapasitas wall charger tersebut tidak otomatis membuat tarif listrik per kWh menjadi lebih mahal. Pelanggan rumah tangga dengan daya di atas 3.500 VA tetap mengikuti tarif yang sama dalam penjelasannya.

Dengan demikian, konsumen dapat menentukan kapasitas wall charger berdasarkan kebutuhan kendaraan dan kemampuan instalasi listrik rumah. Kapasitas perangkat lebih berkaitan dengan kebutuhan serta kemampuan pengisian kendaraan, bukan perubahan tarif energi per kWh.

Sebelum membeli, calon pengguna sebaiknya memeriksa spesifikasi pengisian AC pada mobil listrik. Konsumen juga perlu memastikan instalasi listrik rumah mampu mendukung perangkat yang ingin mereka gunakan.

Pada akhirnya, biaya pasang wall charger mobil listrik tidak berhenti pada harga perangkat sekitar Rp 7 jutaan. Konsumen perlu memasukkan biaya instalasi, material tambahan, kWh meter, grounding, serta kebutuhan kelistrikan lainnya ke dalam anggaran. Dengan perhitungan yang matang, pemilik mobil listrik dapat menikmati fasilitas pengisian daya di rumah dengan lebih praktis dan sesuai kebutuhan.