Badai Goretti – Datang dengan kekuatan penuh dan langsung mengguncang Eropa utara di tengah musim dingin ekstrem. Dalam waktu singkat, badai ini mengganggu kehidupan jutaan warga, memutus aliran listrik, menghentikan transportasi, serta memaksa pemerintah menutup sekolah dan fasilitas publik. Selain itu, suhu dingin yang menusuk semakin memperparah dampak badai di berbagai wilayah.

Seiring pergerakan badai dari barat ke timur, negara-negara Eropa menghadapi tekanan besar untuk menjaga keselamatan warganya. Oleh karena itu, otoritas setempat segera meningkatkan status kewaspadaan dan mengeluarkan berbagai imbauan darurat.

Prancis Hadapi Angin Ekstrem dan Pemadaman Listrik Massal

Di Prancis, badai Goretti memicu gangguan besar pada jaringan listrik nasional. Sekitar 380.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik, terutama di wilayah Normandia utara. Selanjutnya, gangguan listrik juga menjalar ke Brittany, Picardy, hingga kawasan Ile-de-France.

Angin dengan kecepatan sangat tinggi merusak jaringan distribusi listrik dan menumbangkan pepohonan. Di wilayah Manche, hembusan angin bahkan mencapai 216 kilometer per jam. Kondisi ini membuat sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Meski demikian, otoritas setempat tidak mencatat korban luka. Namun, pemerintah daerah tetap mengambil langkah antisipatif dengan menutup puluhan sekolah. Langkah ini bertujuan melindungi siswa dan tenaga pendidik dari risiko lanjutan akibat cuaca ekstrem.

Eropa

Foto: (Joseph Frascati via REUTERS/Joseph Frascati)

Inggris Keluarkan Peringatan Merah dan Batasi Mobilitas

Sementara itu, badai Goretti juga menghantam Inggris dengan intensitas tinggi. Sekitar 65.000 rumah tangga kehilangan pasokan listrik akibat angin kencang dan salju. Menanggapi kondisi tersebut, Kantor Meteorologi Inggris langsung mengeluarkan peringatan angin merah, tingkat peringatan tertinggi yang jarang digunakan.

Peringatan ini mencakup wilayah Cornwall dan Kepulauan Scilly. Selain angin hingga 160 kilometer per jam, wilayah pesisir menghadapi gelombang laut besar yang membahayakan aktivitas warga. Pada saat yang sama, salju lebat turun di Wales, Inggris tengah, dan Inggris utara dengan ketebalan mencapai 30 sentimeter di beberapa lokasi.

Akibat kondisi ini, pemerintah meminta warga menunda perjalanan yang tidak mendesak. Imbauan tersebut bertujuan mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan keselamatan.

Transportasi Lumpuh dan Aktivitas Publik Terhenti

Cuaca ekstrem menyebabkan gangguan besar pada sektor transportasi. Layanan kereta api di Inggris menghadapi keterlambatan panjang dan pembatalan jadwal. Operator transportasi meminta masyarakat tetap berada di rumah selama kondisi belum membaik.

Di Prancis, pemerintah daerah juga meminta warga menyiapkan penerangan darurat, air minum, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, otoritas setempat melarang penggunaan kendaraan di beberapa wilayah rawan demi menjaga keselamatan publik.

Jerman dan Balkan Hadapi Dampak Berlapis

Badai Goretti kemudian bergerak ke Eropa tengah dan tenggara. Di Jerman, salju lebat dan angin kencang mengganggu aktivitas sekolah, layanan kesehatan, dan transportasi publik. Suhu udara turun drastis hingga minus 20 derajat Celsius di sejumlah wilayah.

Operator kereta nasional Jerman mengerahkan ribuan pekerja untuk membersihkan rel dan peron dari salju. Langkah ini bertujuan menjaga jalur transportasi tetap berfungsi meski dalam kondisi terbatas.

Di kawasan Balkan, badai membawa dampak yang lebih berbahaya. Kombinasi hujan deras dan salju lebat memicu banjir di beberapa wilayah. Di Albania, arus banjir menyeret seorang warga hingga meninggal dunia.

Badai Goretti dan Tantangan Perubahan Iklim

Secara keseluruhan, badai Goretti telah merenggut sedikitnya delapan nyawa di berbagai negara Eropa. Peristiwa ini kembali membuka diskusi mengenai kesiapan infrastruktur menghadapi cuaca ekstrem.

Banyak pakar menilai perubahan iklim meningkatkan ketidakpastian pola cuaca dan memperbesar risiko badai ekstrem. Oleh karena itu, negara-negara Eropa perlu memperkuat sistem energi, transportasi, dan peringatan dini.

Badai Goretti tidak hanya menghadirkan kerusakan fisik. Peristiwa ini juga mengingatkan dunia bahwa adaptasi iklim bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi kehidupan manusia di masa depan.