Kabupaten Lumajang – Kembali menegaskan kekayaan budaya daerah melalui partisipasi aktif empu lokal dalam Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara bertajuk Melestarikan Pusaka Nusantara. Kegiatan budaya ini berlangsung di Pendopo Arya Wiraraja pada 9–11 Januari 2026 dan menghadirkan ruang apresiasi bagi warisan leluhur yang terus hidup di tengah masyarakat. Melalui pameran ini, Lumajang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga dan memperkenalkan kearifan lokal kepada publik yang lebih luas.

Pameran tersebut tidak hanya menghadirkan pusaka sebagai objek visual, tetapi juga menyampaikan nilai sejarah, filosofi, dan pengetahuan tradisional yang melekat pada setiap karya. Oleh karena itu, kegiatan ini berperan penting dalam membangun kesadaran budaya sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah arus modernisasi.

Karya Empu Lokal sebagai Simbol Kearifan Lumajang

Salah satu daya tarik utama dalam pameran ini muncul melalui karya Empu Sanibin, empu asal Lumajang yang telah lama dikenal karena kepiawaiannya dalam mencipta pusaka bernilai tinggi. Empu Sanibin mengolah logam, bentuk, dan filosofi dengan ketelitian tinggi sehingga setiap pusaka memiliki makna mendalam. Kehadiran karyanya menegaskan bahwa Lumajang memiliki tradisi tosan aji yang berkembang secara mandiri dan berkesinambungan.

Melalui karya Empu Sanibin, masyarakat dapat melihat bagaimana nilai estetika dan spiritual berpadu dalam satu bentuk pusaka. Proses penciptaan pusaka tersebut mencerminkan pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi. Dengan demikian, empu lokal tidak hanya berperan sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai penjaga pengetahuan budaya.

Pusaka

Bupati Lumajang Indah Amperawati (Beritasatu.com/Rifqi Danwanus)

Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Empu Lokal

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan empu daerah dalam pameran berskala nasional ini. Ia menilai karya empu lokal sebagai identitas budaya yang lahir dari kearifan masyarakat Lumajang sendiri. Menurutnya, pengakuan terhadap empu lokal membuktikan bahwa daerah memiliki warisan adiluhung yang pantas dikenal secara nasional.

Indah juga menekankan pentingnya memperkenalkan karya empu kepada generasi muda. Dengan pendekatan edukatif, masyarakat dapat memahami bahwa tosan aji bukan sekadar benda mistik atau koleksi kuno. Sebaliknya, pusaka merepresentasikan peradaban, nilai moral, serta pengetahuan teknis yang berkembang sejak masa lampau. Melalui pemahaman ini, generasi muda dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerahnya.

Penguatan Identitas Lokal sebagai Fondasi Budaya Nasional

Sejalan dengan pandangan tersebut, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menyoroti peran strategis empu lokal dalam pelestarian budaya berbasis daerah. Ia menilai bahwa budaya nasional akan tumbuh kuat ketika daerah mampu menjaga dan mengembangkan identitas lokalnya. Oleh sebab itu, pengakuan terhadap empu lokal menjadi langkah konkret dalam membangun kebudayaan yang berakar kuat.

Yudha menambahkan bahwa ruang apresiasi seperti pameran budaya memberi kesempatan bagi empu untuk menampilkan karya sekaligus berbagi pengetahuan. Dengan cara ini, budaya daerah tidak hanya bertahan, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kebudayaan nasional. Pendekatan ini mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat.

Keberagaman Pusaka dalam Satu Ruang Budaya

Pameran Tosan Aji Nusantara di Lumajang menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah membawa pusaka dengan latar budaya dan filosofi yang berbeda. Keberagaman ini menciptakan dialog budaya yang kaya dan memperluas wawasan pengunjung mengenai tradisi Nusantara.

Di tengah keberagaman tersebut, karya Empu Sanibin tampil sebagai simbol kebanggaan Lumajang. Karya tersebut menunjukkan bahwa tradisi tosan aji di Lumajang masih hidup dan berkembang. Dengan demikian, pameran ini tidak hanya menampilkan masa lalu, tetapi juga menggambarkan kesinambungan budaya hingga masa kini.

Membangun Kesadaran Kolektif untuk Pelestarian Budaya

Melalui penyelenggaraan pameran ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk merawat dan menghargai karya empu lokal. Kesadaran ini perlu hadir tidak hanya di kalangan pelaku budaya, tetapi juga di tengah masyarakat luas. Dengan dukungan bersama, warisan budaya dapat terus terjaga dan berkembang.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini berfungsi sebagai ruang pengakuan bahwa kearifan lokal Lumajang memiliki peran penting dalam perjalanan budaya Nusantara. Pameran budaya tidak sekadar menjadi ajang tontonan, tetapi juga sarana refleksi dan pembelajaran bagi semua pihak.

Kesimpulan

Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara di Lumajang menegaskan peran empu lokal sebagai penjaga kearifan dan identitas daerah. Melalui karya Empu Sanibin, Lumajang menunjukkan kontribusi nyata dalam khazanah budaya Nusantara. Dukungan pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, serta ruang apresiasi yang berkelanjutan akan memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.