Perum Bulog – Menegaskan komitmen kuat dalam menjaga target penyerapan beras nasional sebesar 4 juta ton sepanjang tahun 2026. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan keyakinan tersebut meskipun sejumlah wilayah di Pulau Sumatera menghadapi bencana banjir dan longsor. Menurutnya, kondisi tersebut tidak menggoyahkan target nasional karena pemerintah telah menyiapkan langkah pemulihan yang terukur dan terkoordinasi.

Sejak awal, pemerintah memandang ketahanan pangan sebagai prioritas strategis. Oleh karena itu, setiap gangguan produksi langsung mendapatkan respons cepat melalui kebijakan teknis dan dukungan anggaran. Dengan pendekatan ini, Bulog tetap mampu menjalankan penugasan pemerintah secara optimal.

Strategi Pemulihan Sawah Terdampak Bencana

Dalam menghadapi dampak bencana di Sumatera, pemerintah mengedepankan program pemulihan sawah melalui pompanisasi. Langkah ini bertujuan mempercepat pengeringan lahan serta memulihkan fungsi irigasi agar petani dapat kembali menanam. Kementerian Pertanian juga memberikan dukungan pembiayaan penuh sehingga proses pemulihan dapat berjalan tanpa hambatan.

Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memastikan kesiapan program tersebut. Bahkan, Kementerian Pertanian langsung menindaklanjuti kerusakan lahan saat kunjungan kerja ke Banda Aceh dan Sumatera Utara. Melalui pendekatan ini, pemerintah menjaga kesinambungan produksi beras sekaligus melindungi pendapatan petani.

Bulog

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Harianto

Dampak Bencana Tidak Signifikan terhadap Produksi Nasional

Meskipun bencana melanda beberapa wilayah di Sumatera, Bulog menilai dampaknya terhadap produksi nasional relatif terbatas. Rizal menjelaskan bahwa wilayah terdampak bukan merupakan sentra utama produksi beras nasional. Dengan demikian, gangguan yang terjadi tidak memberikan tekanan besar terhadap keseimbangan pasokan beras nasional.

Selain itu, tingkat kerusakan sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih berada di bawah 30 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar lahan tetap dapat berfungsi setelah proses pemulihan. Kondisi ini memberikan ruang optimisme bagi Bulog untuk tetap mencapai target penyerapan.

Peran Sentra Produksi Utama dalam Menopang Pasokan

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Bulog mengandalkan sentra produksi utama beras nasional. Wilayah seperti Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat terus menjalankan aktivitas produksi secara optimal. Daerah-daerah ini menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan beras nasional sekaligus mendukung penyerapan Bulog sepanjang 2026.

Dengan kontribusi kuat dari sentra utama tersebut, Bulog dapat menutup potensi kekurangan pasokan akibat gangguan di wilayah lain. Strategi ini memperlihatkan pentingnya diversifikasi wilayah produksi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Optimisme Bulog dalam Mencapai Target 4 Juta Ton

Melalui kombinasi strategi pemulihan lahan, dukungan anggaran, serta optimalisasi sentra produksi, Bulog menunjukkan optimisme tinggi dalam mencapai target penyerapan beras 4 juta ton. Rizal menegaskan bahwa seluruh jajaran Bulog di daerah telah menyusun rencana kerja yang selaras dengan kebijakan pusat.

Rapat Kerja Nasional bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 menjadi momentum penting dalam menyamakan langkah tersebut. Dalam forum yang dihadiri pimpinan wilayah dari seluruh Indonesia ini, Bulog menegaskan fokus pada penguatan serapan gabah petani dan peningkatan stok cadangan.

Penguatan Cadangan Beras Pemerintah

Penyerapan beras yang optimal tidak hanya bertujuan memenuhi target angka, tetapi juga memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Stok CBP memegang peran penting dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasar. Oleh karena itu, Bulog terus memperkuat cadangan sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika global dan perubahan iklim.

Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempertahankan swasembada beras. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan keberlanjutan swasembada beras sebagai agenda strategis nasional. Dengan dukungan Bulog dan Kementerian Pertanian, pemerintah berupaya menjaga capaian tersebut secara berkelanjutan.

Kesimpulan

Bencana banjir dan longsor di Sumatera tidak menggoyahkan target penyerapan beras nasional 2026. Bulog bersama pemerintah menjalankan strategi pemulihan lahan, mengoptimalkan sentra produksi utama, serta memperkuat cadangan beras pemerintah. Melalui langkah terkoordinasi dan respons cepat, Bulog menunjukkan kesiapan menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung keberlanjutan swasembada beras di Indonesia.