Kompetisi Serie A – Selama puluhan tahun melahirkan banyak pelatih hebat. Liga tertinggi Italia ini dikenal sebagai panggung taktik, disiplin, dan kecerdasan strategi. Oleh karena itu, hanya sedikit pelatih yang mampu bertahan lama sekaligus konsisten meraih hasil positif. Salah satu tolok ukur tertinggi dari konsistensi tersebut terlihat dari pencapaian seribu poin di Serie A.

Hingga Januari 2026, sejarah Serie A hanya mencatat tiga pelatih yang berhasil menembus angka prestisius tersebut. Ketiganya membangun reputasi melalui proses panjang, adaptasi taktik, serta keberanian mengambil keputusan besar. Menariknya, meski sama-sama menembus 1.000 poin, ketiganya menempuh jalur karier yang sangat berbeda.

Massimiliano Allegri, Simbol Konsistensi dan Dominasi

Nama Massimiliano Allegri menempati posisi teratas dalam daftar pelatih dengan perolehan poin terbanyak di Serie A. Allegri mengumpulkan 1.051 poin dari 524 pertandingan hingga 9 Januari 2026. Ia membangun pencapaian tersebut melalui perjalanan panjang bersama beberapa klub besar.

Karier Allegri di Serie A mulai menanjak ketika ia menangani Cagliari pada 2008. Sejak saat itu, reputasinya terus berkembang. Selanjutnya, Allegri membawa AC Milan menjuarai Serie A musim 2010/2011 dengan skuad bertabur bintang. Namun, puncak dominasinya justru hadir saat ia memimpin Juventus.

Bersama Juventus, Allegri membangun era dominasi melalui lima gelar Serie A beruntun dari 2014/2015 hingga 2018/2019. Selain itu, ia juga mengoleksi Coppa Italia dan Supercoppa Italiana. Dengan 313 kemenangan dan 112 hasil imbang, Allegri menunjukkan bahwa konsistensi jangka panjang menjadi kunci utama mencapai 1.000 poin.

ilustrasi suasana pertandingan di Stadion Olimpico Roma (pixabay.com/Marco_Pomella)

Luciano Spalletti, Ketekunan dalam Proses Panjang

Berikutnya, Luciano Spalletti menempati posisi kedua dengan raihan 1.017 poin dari 569 pertandingan Serie A. Berbeda dengan Allegri, Spalletti membangun kariernya melalui perjalanan yang lebih berliku dan penuh proses.

Spalletti pertama kali mencicipi Serie A bersama Empoli pada pertengahan 1990-an. Namun, namanya benar-benar mencuri perhatian saat menangani AS Roma. Dalam periode pertamanya, ia membawa Roma konsisten berada di papan atas dan meraih dua gelar Coppa Italia.

Setelah itu, Spalletti kembali ke Roma pada 2016 dan kembali menjaga stabilitas klub di posisi empat besar. Selanjutnya, ia memimpin Inter Milan sebelum akhirnya mencapai pencapaian tertinggi bersama Napoli. Gelar Serie A 2022/2023 bersama Napoli menegaskan kualitas Spalletti sebagai pelatih yang mampu membangun tim dalam jangka panjang.

Dengan 294 kemenangan dan 135 hasil imbang, Spalletti menunjukkan bahwa kesabaran dan kontinuitas mampu menghasilkan pencapaian luar biasa.

Gian Piero Gasperini, Arsitek Revolusi Taktik

Nama ketiga dalam daftar ini adalah Gian Piero Gasperini, pelatih yang mencapai 1.000 poin Serie A saat menangani AS Roma pada musim 2025/2026. Gasperini mencatat tonggak sejarah tersebut setelah membawa Roma menang 2-0 atas Lecce pada 6 Januari 2026.

Perjalanan Gasperini tidak selalu mulus. Ia memulai karier Serie A bersama Genoa, lalu mengalami periode singkat yang kurang berhasil di Inter Milan dan Palermo. Namun, titik balik kariernya muncul saat ia membangun Atalanta menjadi kekuatan baru Serie A.

Gasperini membawa Atalanta menembus papan atas liga dan lolos ke Liga Champions. Bahkan, ia mengantarkan klub tersebut menjuarai Liga Europa 2023/2024. Setelah berpisah dengan Atalanta, Gasperini membuka babak baru bersama Roma dan langsung menorehkan rekor bersejarah.

Dengan 284 kemenangan dan 148 hasil imbang dari 618 pertandingan, Gasperini menjadi pelatih ketiga yang mencapai angka 1.000 poin.

Perbandingan Prestasi dan Peluang Masa Depan

Ketiga pelatih ini mencatatkan rekor yang sangat sulit ditandingi. Namun, satu perbedaan mencolok tetap terlihat. Allegri dan Spalletti telah merasakan gelar juara Serie A, sementara Gasperini belum mengangkat trofi liga domestik tersebut.

Meski demikian, peluang Gasperini bersama AS Roma tetap terbuka. Ia mampu membawa tim bersaing di zona empat besar dan menjaga konsistensi poin. Dengan pendekatan taktik progresif dan kedalaman skuad yang terus berkembang, Roma berpeluang menjadi penantang serius dalam beberapa musim ke depan.

Kesimpulan

Rekor 1.000 poin di Serie A mencerminkan konsistensi, kecerdasan taktik, dan ketahanan dalam tekanan jangka panjang. Massimiliano Allegri, Luciano Spalletti, dan Gian Piero Gasperini membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya lahir dari trofi, tetapi juga dari perjalanan panjang yang penuh adaptasi. Ketiganya kini berdiri sebagai simbol kehebatan pelatih di panggung sepak bola Italia.