PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) – Terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang. Perusahaan ini meningkatkan pengawasan secara menyeluruh melalui penempatan petugas di berbagai titik layanan serta pemantauan aktif menggunakan kamera pengawas atau CCTV. Dengan langkah ini, Transjakarta berupaya menciptakan ruang transportasi publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Jakarta.

Selain fokus pada aspek teknis, Transjakarta juga menjadikan peningkatan pengawasan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan. Melalui evaluasi tersebut, perusahaan dapat menyesuaikan strategi keamanan sesuai dengan dinamika di lapangan.

Insiden Koridor 1A Dorong Respons Cepat Perusahaan

Penguatan pengawasan ini berkaitan erat dengan insiden tindakan asusila yang terjadi di bus Transjakarta koridor 1A rute Balai Kota–Pantai Maju pada Kamis, 15 Januari. Kejadian tersebut langsung menyita perhatian publik setelah sebuah video beredar luas di media sosial Instagram. Dalam video itu, seorang penumpang melakukan tindakan tidak pantas di tengah kondisi bus yang dipenuhi penumpang.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan sikap tegas perusahaan. Ia menegaskan bahwa Transjakarta tidak memberikan toleransi terhadap tindakan asusila di dalam layanan transportasi publik. Pernyataan ini sekaligus menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga etika ruang publik.

Melalui insiden ini, Transjakarta melihat pentingnya penguatan pengawasan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Pengawasan

Ilustrasi – Tindak asusila. ANTARA/Ardika/am.

Pelatihan Petugas Menjadi Kunci Respons di Lapangan

Transjakarta tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga mengutamakan kesiapan sumber daya manusia. Perusahaan melatih seluruh petugas agar mampu menghadapi berbagai situasi darurat dengan cepat dan tepat. Pelatihan ini mencakup pengamanan penumpang, penanganan gangguan ketertiban, serta komunikasi efektif dengan aparat kepolisian.

Dalam insiden di koridor 1A, petugas langsung mengambil tindakan dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Saat ini, Polres Metro Jakarta Utara menangani pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Respons cepat tersebut mencerminkan kesigapan petugas dalam menjalankan tugasnya.

Dengan meningkatkan kompetensi petugas, Transjakarta ingin memastikan setiap armada memiliki pengawasan yang optimal.

Peran Aktif Penumpang dalam Menjaga Keamanan Bersama

Selain pengawasan internal, Transjakarta juga menekankan pentingnya peran penumpang. Ayu Wardhani menyampaikan apresiasi kepada penumpang yang berani bersuara dan saling menjaga selama kejadian berlangsung. Menurutnya, keberanian penumpang untuk melaporkan tindakan mencurigakan sangat membantu petugas dalam menjaga keamanan.

Ketika penumpang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, potensi gangguan keamanan dapat berkurang secara signifikan. Oleh karena itu, Transjakarta terus mengajak seluruh pengguna layanan untuk aktif menjaga kenyamanan bersama.

Melalui kolaborasi antara operator dan penumpang, transportasi publik dapat menjadi ruang yang aman bagi semua pihak.

Optimalisasi Saluran Pelaporan untuk Respons Cepat

Untuk mendukung keterlibatan penumpang, Transjakarta menyediakan saluran pelaporan yang mudah diakses. Penumpang dapat langsung menyampaikan laporan kepada petugas di lapangan ketika menemukan gangguan keamanan. Selain itu, Transjakarta juga mengoperasikan layanan call center di nomor 1500-102 yang siap menerima laporan setiap saat.

Dengan sistem pelaporan yang jelas, petugas dapat mengambil langkah cepat dan terukur. Transjakarta juga memanfaatkan data laporan penumpang sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan.

Melalui optimalisasi saluran komunikasi ini, perusahaan ingin membangun hubungan yang lebih responsif dengan pengguna layanan.

Komitmen Berkelanjutan untuk Transportasi Bermartabat

Ke depan, Transjakarta berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan juga akan memperluas edukasi kepada penumpang mengenai pentingnya menjaga etika di ruang publik. Langkah ini bertujuan menciptakan budaya saling menghormati di dalam transportasi massal.

Melalui strategi berkelanjutan ini, Transjakarta berupaya menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan bermartabat. Dengan dukungan petugas, teknologi, dan partisipasi penumpang, Transjakarta optimis dapat menjaga kepercayaan masyarakat serta meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jakarta.