Jepang menghadapi momen bersejarah pada akhir Januari ketika dua panda raksasa terakhir di negara tersebut bersiap meninggalkan Tokyo. Panda kembar Xiao Xiao dan Lei Lei yang selama ini tinggal di Kebun Binatang Ueno dijadwalkan berangkat menuju China pada 27 Januari. Peristiwa ini sekaligus menandai berakhirnya kehadiran panda raksasa di Jepang untuk pertama kalinya dalam hampir 50 tahun.
Selama beberapa dekade, panda raksasa menjadi simbol persahabatan dan diplomasi antara Jepang dan China. Oleh karena itu, kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei tidak hanya menyangkut perpindahan satwa, tetapi juga membawa makna historis dan emosional bagi masyarakat Jepang.
Proses Kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei
Pihak pengelola Kebun Binatang Ueno telah menyiapkan proses keberangkatan kedua panda tersebut secara matang. Pada 27 Januari, staf kebun binatang akan mengangkut Xiao Xiao dan Lei Lei dari Ueno menuju Bandar Udara Narita yang terletak di dekat Tokyo. Selanjutnya, pesawat akan membawa keduanya langsung menuju China, dengan perkiraan kedatangan pada 28 Januari.
Media Jepang melaporkan bahwa proses pemindahan ini melibatkan pengawasan ketat dari tim ahli satwa. Selain itu, pihak kebun binatang memastikan kondisi kesehatan panda kembar tersebut tetap stabil selama perjalanan panjang. Dengan persiapan menyeluruh, otoritas Jepang berharap proses kepulangan ini berjalan lancar tanpa hambatan.

ANTARA/Xinhua
Latar Belakang Kelahiran dan Keluarga Panda Kembar
Xiao Xiao dan Lei Lei lahir pada 2021 dari induk panda betina Shin Shin dan panda jantan Ri Ri. Kelahiran panda kembar ini sempat menarik perhatian publik Jepang dan internasional. Banyak pengunjung datang ke Kebun Binatang Ueno untuk menyaksikan langsung pertumbuhan keduanya sejak bayi.
Namun, seiring berjalannya waktu, keluarga panda tersebut mulai kembali ke negara asalnya. Shin Shin dan Ri Ri lebih dahulu pulang ke China pada September 2024. Sebelumnya, kakak perempuan Xiao Xiao dan Lei Lei, yaitu panda populer Xiang Xiang, telah kembali ke China pada Februari 2023. Dengan demikian, kepulangan dua panda kembar ini melengkapi proses pemulangan seluruh keluarga panda dari Jepang.
Perjanjian China dan Jepang Terkait Panda Raksasa
China dan Jepang sebelumnya menyepakati perjanjian kerja sama terkait peminjaman panda raksasa. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Jepang seharusnya mengirim Xiao Xiao dan Lei Lei kembali ke China paling lambat Februari 2026. Namun, Pemerintah Metropolitan Tokyo memilih untuk memajukan jadwal kepulangan sekitar satu bulan lebih awal.
Keputusan ini muncul setelah pemerintah Tokyo melakukan konsultasi intensif dengan pihak China. Kedua belah pihak kemudian menyepakati tanggal kepulangan yang lebih cepat demi menyesuaikan berbagai pertimbangan teknis dan administratif. Langkah ini menunjukkan kuatnya koordinasi dan komunikasi antara kedua negara.
Jepang Tanpa Panda untuk Pertama Kalinya Sejak 1972
Setelah Xiao Xiao dan Lei Lei meninggalkan Jepang, negara tersebut tidak lagi memiliki panda raksasa. Kondisi ini menciptakan situasi yang belum pernah terjadi sejak 1972. Pada tahun tersebut, sepasang panda pertama tiba di Jepang untuk memperingati normalisasi hubungan diplomatik antara Jepang dan China.
Selama lebih dari lima dekade, panda raksasa selalu hadir di berbagai kebun binatang Jepang dan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat. Namun, situasi mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Pada Juni tahun lalu, empat panda raksasa dari sebuah kebun binatang di Prefektur Wakayama juga kembali ke China. Dengan kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei, babak panjang sejarah panda di Jepang pun resmi berakhir untuk sementara waktu.
Dampak Emosional dan Harapan ke Depan
Banyak warga Jepang merasakan kesedihan menjelang kepulangan panda kembar ini. Xiao Xiao dan Lei Lei telah menjadi ikon populer, khususnya bagi anak-anak dan keluarga yang rutin mengunjungi Kebun Binatang Ueno. Meski demikian, masyarakat juga memahami pentingnya kerja sama internasional dalam konservasi satwa langka.
Ke depan, publik Jepang berharap kedua negara dapat kembali menjalin kerja sama peminjaman panda. Pengalaman panjang Jepang dalam merawat panda raksasa menjadi modal berharga untuk kolaborasi di masa mendatang. Dengan demikian, meskipun saat ini Jepang harus berpisah dengan panda, harapan untuk bertemu kembali tetap terbuka.