Bencana – Pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus berlanjut dengan intensitas tinggi. Memasuki hari kedua pascakejadian, tim gabungan mempercepat proses evakuasi, identifikasi, serta pendataan korban demi memberikan kepastian kepada keluarga terdampak. Peristiwa ini mendorong perhatian luas karena jumlah korban yang terdampak tergolong besar dan proses pencarian masih berlangsung.

Proses Pencarian Memasuki Hari Kedua

Sejak hari pertama, tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, tenaga medis, relawan, dan aparat setempat langsung bergerak ke lokasi longsor. Pada hari kedua, fokus pencarian semakin di perkuat dengan penambahan personel serta optimalisasi peralatan. Tim bekerja secara terkoordinasi untuk menyisir area terdampak yang tertimbun material tanah.

Selain itu, kondisi cuaca dan kontur tanah menjadi perhatian utama dalam proses pencarian. Meskipun menghadapi tantangan di lapangan, tim tetap menjaga ritme kerja agar pencarian korban berjalan efektif. Dengan pendekatan ini, proses evakuasi terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Bencana Alam Longsor

Alat berat dikerahkan ke lokasi longsor Cisarua.

Data Korban dan Dampak Longsor

Berdasarkan data sementara, longsor di wilayah tersebut berdampak pada total 113 jiwa. Dari jumlah tersebut, tim berhasil menemukan 23 orang dalam kondisi selamat. Sementara itu, hingga hari kedua pencarian, masih terdapat 65 orang yang belum di temukan sejak kejadian pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Angka ini menggambarkan skala bencana yang cukup besar. Oleh karena itu, seluruh pihak terkait terus memperbarui data secara berkala. Proses sinkronisasi data menjadi langkah penting agar informasi yang di sampaikan kepada publik dan keluarga korban tetap akurat dan terpercaya.

Penerimaan Jenazah oleh Tim DVI Polda Jawa Barat

Tim Disaster Victim Identification Polda Jawa Barat menerima sebanyak 25 kantong jenazah di posko Puskesmas Pasirlangu hingga Minggu sore. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa tim melakukan pencocokan data antara hasil pencarian di lapangan dan data korban yang masuk ke posko.

Menurut Hendra, proses pendataan berlangsung secara menyeluruh hingga pukul 17.00 WIB. Tim memastikan setiap jenazah yang tiba di posko tercatat dengan baik sebelum masuk tahap identifikasi. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan kesalahan dan mempercepat proses pengenalan identitas korban.

Hasil Identifikasi Jenazah Korban

Hingga hari kedua, tim DVI Polda Jawa Barat berhasil mengidentifikasi 11 jenazah. Dari jumlah tersebut, sepuluh jenazah berada dalam kondisi tubuh utuh, sedangkan satu jenazah berasal dari potongan tubuh. Proses identifikasi melibatkan pemeriksaan medis, data antemortem, serta pencocokan ciri fisik.

Korban yang telah teridentifikasi meliputi Suryana berusia 57 tahun, Jajang Tarta berusia 35 tahun, Dadang Apung berusia 60 tahun, Nining berusia 40 tahun, Nurhayati berusia 42 tahun, Lina Lismayanti berusia 43 tahun, A.I. Sumarni berusia 35 tahun, Koswara berusia 40 tahun, Koswara berusia 26 tahun, serta Ayu Yuniarti berusia 31 tahun. Selain itu, tim juga mengidentifikasi M. Kori berusia 30 tahun melalui potongan tubuh berupa tangan.

Kelanjutan Proses Identifikasi

Setelah menyelesaikan identifikasi awal, tim DVI melanjutkan kegiatan post mortem di posko DVI. Tim memprioritaskan proses ini agar keluarga korban segera memperoleh kepastian. Dengan sistem kerja yang terstruktur, tim berharap dapat mengidentifikasi seluruh jenazah yang telah di terima.

Hendra Rochmawan menegaskan bahwa tim akan terus bekerja hingga seluruh proses identifikasi selesai. Selain itu, koordinasi dengan pihak keluarga terus berlangsung untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Pendekatan ini mempercepat proses sekaligus memberikan kejelasan bagi pihak keluarga.

Koordinasi dan Fokus Penanganan Bencana

Selain proses identifikasi, tim gabungan juga terus meningkatkan koordinasi lintas instansi. Pemerintah daerah, aparat keamanan, serta relawan bekerja bersama untuk memastikan seluruh tahapan penanganan bencana berjalan optimal. Fokus utama tetap pada pencarian korban yang masih hilang serta pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

Melalui kerja sama yang solid, proses penanganan longsor di Cisarua di harapkan berjalan lebih efektif. Upaya ini sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam.

Kesimpulan

Pencarian dan identifikasi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menunjukkan perkembangan pada hari kedua. Tim gabungan berhasil mengevakuasi puluhan jenazah dan mengidentifikasi sebagian korban melalui proses DVI. Meskipun demikian, pencarian masih berlanjut karena puluhan orang belum ditemukan. Dengan koordinasi yang kuat dan kerja berkelanjutan, seluruh pihak berharap proses evakuasi dan identifikasi dapat segera tuntas serta memberikan kepastian bagi keluarga korban.