Matheus Cunha – Langsung mencuri perhatian publik sepak bola Inggris setelah membawa Manchester United meraih kemenangan dramatis atas Arsenal. Laga pekan ke-23 Liga Inggris musim 2025–2026 itu berlangsung di Stadion Emirates, London, pada Minggu malam WIB. Manchester United mengunci kemenangan dengan skor tipis 3-2 dalam pertandingan yang berjalan intens sejak menit awal.
Sejak peluit pertama berbunyi, kedua tim langsung menampilkan tempo tinggi. Arsenal mencoba menguasai bola lebih dulu, namun Manchester United tampil disiplin dan agresif dalam menekan. Situasi tersebut menciptakan laga terbuka yang penuh duel dan peluang berbahaya.
Jalannya Pertandingan Arsenal vs Manchester United
Manchester United membuka ancaman melalui pergerakan cepat di sisi sayap. Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-29, meski Arsenal justru mencatat gol lebih dulu. Lisandro Martinez salah mengantisipasi bola dan mengarahkan si kulit bundar ke gawangnya sendiri. Gol tersebut sempat meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah.
Namun, Manchester United langsung merespons. Bryan Mbeumo menunjukkan ketenangan luar biasa pada menit ke-37. Ia memanfaatkan celah pertahanan Arsenal dan melepaskan tembakan akurat yang menggetarkan gawang lawan. Skor kembali imbang, dan momentum pertandingan pun berubah.
Memasuki babak kedua, Manchester United semakin percaya diri. Patrick Dorgu membawa Setan Merah berbalik unggul pada menit ke-50 lewat penyelesaian tajam dari dalam kotak penalti. Gol tersebut menekan Arsenal untuk tampil lebih menyerang.
Tekanan Arsenal akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-84. Mikel Merino memanfaatkan situasi kemelut dan mencetak gol penyeimbang. Saat laga tampak akan berakhir imbang, Matheus Cunha muncul sebagai pembeda. Pada menit ke-87, Cunha mencetak gol penentu kemenangan melalui serangan cepat yang mematikan.

Jesse Lingard saat masih membela Manchester United. Lingard resmi diperkenalkan sebagai pemain baru klub Liga Korea Selatan, FC Seoul, pada Kamis (8/2/2024).
Euforia Gol Cunha Berujung Ancaman Sanksi
Setelah mencetak gol krusial tersebut, Matheus Cunha langsung meluapkan emosinya. Ia berteriak ke arah kamera dengan kata-kata kasar yang terekam jelas dalam siaran langsung Sky Sports. Euforia kemenangan pun berubah menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak.
Komentator Sky Sports, Peter Drury, langsung menegur tindakan Cunha secara verbal. Ia meminta sang pemain untuk segera meminta maaf atas bahasa yang keluar dari mulutnya. Momen tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan publik.
Potensi Pelanggaran Aturan FA
Federasi Sepak Bola Inggris memiliki aturan tegas terkait penggunaan bahasa kasar di lapangan. FA menyatakan bahwa pemain yang menggunakan kata-kata menghina, menyinggung, atau tidak pantas dapat menerima hukuman serius. Aturan tersebut bahkan membuka peluang kartu merah, meski wasit tidak langsung mengambil tindakan saat pertandingan berlangsung.
Sejak 2013, FA juga berhak melakukan tindakan retrospektif. Artinya, federasi bisa menjatuhkan sanksi berdasarkan rekaman kamera atau siaran televisi. Oleh karena itu, posisi Matheus Cunha berada dalam risiko besar meski belum ada keputusan resmi.
Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. Wayne Rooney pernah menerima larangan bermain dua pertandingan pada 2011 setelah mengucapkan kata-kata kasar langsung ke kamera. Hukuman tersebut membuat Rooney absen di semifinal Piala FA, yang berakhir dengan kekalahan Manchester United dari Manchester City.
Selebrasi Cunha Disorot Jesse Lingard
Di tengah kontroversi tersebut, selebrasi Matheus Cunha justru mendapat respons menarik dari Jesse Lingard. Mantan wonderkid Manchester United itu meninggalkan komentar emoji berselancar di media sosial. Emoji tersebut jelas merujuk pada tarian “surfing” yang Cunha tampilkan di Emirates.
Lingard sendiri memiliki sejarah selebrasi ikonik di stadion yang sama. Pada 2017, ia membawa Manchester United menang 3-1 atas Arsenal dengan mencetak dua gol. Saat itu, Lingard merayakan golnya dengan tarian “Milly Rock” yang populer dan viral.
Dua tahun kemudian, Lingard kembali mencetak gol penentu di Emirates dalam ajang Piala FA. Ia merayakan gol tersebut dengan moonwalk yang ikonik sebelum menyindir Arsenal lewat unggahan media sosial. Kini, tujuh tahun setelah momen moonwalk tersebut, Matheus Cunha kembali menghidupkan “lantai dansa” Manchester United di Emirates.
Dengan kemenangan dramatis, selebrasi penuh emosi, dan potensi sanksi FA, Matheus Cunha berhasil menciptakan satu malam yang sulit dilupakan bagi Manchester United dan Arsenal.