Banjir – Sempat menggenangi Jalan DI Pandjaitan, kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, di laporkan mulai surut pada Kamis malam. Kondisi ini membawa dampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas yang sebelumnya mengalami kemacetan cukup parah, terutama pada jam pulang kerja. Berangsur-angsur, aktivitas transportasi di kawasan tersebut kembali mendekati kondisi normal.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, genangan air mulai menyusut sekitar pukul 19.45 WIB. Pada waktu tersebut, sisa air hanya terlihat tipis di beberapa titik, khususnya di sekitar persimpangan menuju kawasan Sunter dan Kalimalang. Dengan surutnya air, pengendara yang melintas tidak lagi menghadapi hambatan signifikan akibat banjir.

Arus Lalu Lintas Berangsur Normal Meski Masih Padat

Seiring dengan berkurangnya genangan air, arus lalu lintas di Jalan DI Pandjaitan juga menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan. Kendaraan tidak lagi mengantre panjang menuju arah Universitas Kristen Indonesia (UKI) maupun kawasan Cawang. Situasi ini memberikan kelegaan bagi para pengguna jalan yang sebelumnya terjebak kemacetan selama berjam-jam.

Namun demikian, kepadatan kendaraan masih terlihat menjelang beberapa persimpangan. Hal ini di sebabkan adanya proyek galian yang memakan hampir dua lajur jalan, sehingga kapasitas jalan belum sepenuhnya optimal. Meskipun begitu, lalu lintas tetap bergerak dan tidak mengalami stagnasi seperti sebelumnya.

Selain itu, jalur menuju PGC Cililitan juga terpantau ramai, meski tidak di temukan genangan air di area tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepadatan lebih di sebabkan oleh volume kendaraan yang tinggi, bukan oleh dampak banjir.

Banjir

Foto: Banjir di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur mulai surut. (Taufiq/detikcom)

Dampak Banjir terhadap Transportasi Umum

Tidak hanya kendaraan pribadi, transportasi umum juga turut terdampak oleh banjir yang terjadi. Akan tetapi, setelah genangan mulai surut, layanan TransJakarta di halte-halte sekitar Jalan DI Pandjaitan kembali berjalan lebih lancar. Kedatangan bus kini lebih cepat dibandingkan sebelumnya, sehingga penumpang tidak perlu menunggu dalam waktu lama.

Perbaikan ini menjadi indikator penting bahwa sistem transportasi publik mulai pulih. Dengan demikian, mobilitas masyarakat perlahan kembali normal, meskipun masih perlu diantisipasi kemungkinan kepadatan susulan.

Penjelasan Kepolisian Terkait Titik Kemacetan Parah

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Komarudin, menyampaikan bahwa Jalan DI Pandjaitan merupakan salah satu titik dengan kemacetan terparah pada sore hari. Menurutnya, banjir yang menggenangi ruas jalan menyebabkan arus lalu lintas menuju Jakarta Utara tersendat cukup lama.

Meskipun demikian, Komarudin menjelaskan bahwa sekitar pukul 19.30 WIB, empat lajur jalan sudah dapat digunakan kembali. Walau masih terdapat sedikit genangan, kondisi tersebut tidak lagi menghambat kendaraan secara signifikan. Hal ini menunjukkan adanya progres dalam penanganan banjir dan pengaturan lalu lintas.

Titik Banjir dan Kemacetan di Wilayah Jakarta Lainnya

Selain di Jakarta Timur, kemacetan akibat banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain. Di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, genangan air setinggi kurang lebih 30 cm di bawah flyover menyebabkan perlambatan lalu lintas. Situasi serupa juga terjadi di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, dengan ketinggian air mencapai 30 cm.

Banyak pengendara terlihat ragu untuk melintas di lokasi-lokasi tersebut, sehingga memperparah antrean kendaraan. Tak hanya itu, kawasan Antasari, Jalan Pattimura, Blok M, dan Kemang juga mengalami kemacetan. Kondisi ini di perburuk oleh kombinasi genangan air dan tingginya volume kendaraan pada jam pulang kerja.

Data BPBD DKI Jakarta Terkait Banjir

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir meluas hingga mencakup 80 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di berbagai wilayah ibu kota. Ketinggian air bahkan di laporkan mencapai 110 cm di beberapa titik.

Dengan demikian, meskipun kondisi di Jalan DI Pandjaitan mulai membaik, pemerintah dan masyarakat tetap di imbau untuk waspada. Upaya pemantauan dan penanganan banjir perlu terus di lakukan agar dampak terhadap aktivitas masyarakat dapat di minimalkan.