Haji – Memasuki pekan pertama dari total 20 hari Pelatihan dan Pendidikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi 2026, semangat dan optimisme langsung terlihat jelas. Sejak hari pertama, para peserta menunjukkan kesiapan mental dan fisik dalam mengikuti pola pelatihan yang menggabungkan kedisiplinan, kebersamaan, serta penguatan kapasitas keilmuan. Dengan pendekatan ini, Kementerian Haji dan Umrah ingin memastikan petugas haji mampu melayani jemaah secara profesional dan manusiawi.
Di tengah perhatian publik terhadap metode pelatihan semi-militer, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan penjelasan langsung. Ia menilai kekhawatiran masyarakat muncul karena kesalahpahaman terhadap konsep pelatihan tersebut.
Pelatihan Semi-Militer Bangun Disiplin dan Solidaritas
Menurut Dahnil, pelatihan semi-militer tidak menghadirkan tekanan berlebihan. Sebaliknya, pola ini membentuk di siplin, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan memperkuat kekompakan. Para peserta justru merasakan suasana penuh kegembiraan dan semangat kebersamaan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Selain itu, Dahnil menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengandalkan aktivitas fisik. Panitia menyusun materi secara seimbang agar peserta berkembang secara mental, emosional, dan intelektual. Dengan cara ini, petugas haji mampu menghadapi tantangan lapangan yang kompleks di Arab Saudi.

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menyapa peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 sesuai Fun Walk 5K di sekitar Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 17 Januari 2026.
Materi Diklat Perkuat Kompetensi dan Kepercayaan Diri
Setiap hari, peserta mengikuti pendalaman materi yang relevan dengan tugas penyelenggaraan haji. Mereka mempelajari bahasa Arab, memahami fiqih haji, serta mendalami simulasi pelayanan jemaah. Di saat yang sama, panitia menyisipkan kegiatan kebersamaan seperti bernyanyi dan latihan kelompok untuk mempererat solidaritas.
Dahnil menjelaskan bahwa sebagian publik hanya melihat potongan kegiatan ringan di media sosial. Padahal, para peserta menjalani jadwal padat sejak pagi hingga malam. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat melihat pelatihan ini secara utuh dan objektif.
Disiplin, Kompak, dan Gembira Jadi Fondasi Pelayanan
Setelah satu pekan berjalan, Dahnil menyatakan keyakinannya terhadap kesiapan calon PPIH Arab Saudi 2026. Ia melihat perubahan nyata pada sikap dan pola kerja peserta. Disiplin meningkat, kekompakan semakin kuat, dan suasana gembira terus terjaga.
Menurut Dahnil, ketiga aspek tersebut menjadi kunci utama dalam menjalankan amanah besar melayani jemaah haji. Ia menilai petugas yang bekerja dengan rasa gembira akan lebih mudah menghadirkan keikhlasan dan empati dalam setiap pelayanan.
Petugas Haji Perempuan Diperkuat untuk Perlindungan Jemaah
Selain peningkatan kualitas pelatihan, Kementerian Haji dan Umrah juga memperkuat peran perempuan. Pada tahun 2026, jumlah petugas haji perempuan mencapai 33,2 persen, melampaui target awal 30 persen. Kebijakan ini menyesuaikan dengan komposisi jemaah haji Indonesia yang di dominasi perempuan.
Dahnil menilai kehadiran petugas perempuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah perempuan. Mereka dapat berkomunikasi lebih terbuka, terutama saat berkonsultasi mengenai ibadah. Pendekatan ini juga membantu membangun hubungan emosional antara petugas dan jemaah.
Empati Jadi Kunci Layanan Jemaah Lansia
Dalam konteks pelayanan jemaah lanjut usia, Dahnil menekankan pentingnya empati dan simpati. Ia mendorong petugas untuk melayani jemaah seperti melayani orang tua sendiri. Dengan sikap tersebut, jemaah akan merasa terlindungi dan tenang selama menjalankan ibadah.
Tim Media Center Haji juga akan ikut mengawal dan memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi. Sinergi antarpetugas di harapkan mampu menciptakan layanan yang aman, nyaman, dan berkesinambungan.
PPIH Siap Hadirkan Layanan Nyata di Tanah Suci
Di sisi lain, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo menegaskan bahwa PPIH harus menghadirkan layanan nyata di lapangan. Ia menekankan pentingnya respons cepat, sikap profesional, dan empati tinggi dalam setiap lini pelayanan.
Dengan semangat yang terus tumbuh sejak pekan pertama diklat, PPIH Arab Saudi 2026 menunjukkan kesiapan untuk menjalankan tugas besar. Melalui di siplin, kebersamaan, dan keikhlasan, para petugas siap melayani tamu Allah secara optimal.