HMD Asha 305 menandai kembalinya nama Asha ke pasar ponsel setelah lini tersebut sempat populer sekitar satu dekade lalu. HMD Global, perusahaan yang memegang lisensi merek Nokia untuk perangkat tertentu, kini membawa konsep Asha ke era baru melalui perangkat entry-level berbasis Android Open Source Project (AOSP).

Berbeda dari smartphone Android pada umumnya, HMD tidak mengandalkan Android dengan ekosistem layanan Google pada perangkat ini. Perusahaan memilih Pulse OS sebagai sistem operasi Asha 305. Strategi tersebut membuat ponsel ini menawarkan pengalaman yang berada di antara feature phone modern dan smartphone Android murah.

HMD juga membekali perangkat tersebut dengan spesifikasi sederhana. Pendekatan itu memperlihatkan bahwa perusahaan menyasar konsumen yang membutuhkan fungsi komunikasi dan akses ke sejumlah aplikasi populer tanpa memerlukan perangkat dengan kemampuan tinggi.

HMD Asha 305 Menggunakan Pulse OS Berbasis AOSP

Salah satu bagian yang paling menarik dari HMD Asha 305 terletak pada sistem operasinya. HMD menjalankan Pulse OS yang menggunakan Android Open Source Project sebagai fondasinya.

AOSP merupakan proyek sumber terbuka Android yang memungkinkan produsen perangkat mengembangkan sistem operasi atau antarmuka sesuai kebutuhan mereka. Karena menggunakan basis tersebut, produsen dapat melakukan berbagai penyesuaian tanpa harus menghadirkan pengalaman Android yang identik dengan smartphone bersertifikasi Google.

Konsekuensinya, pengguna Asha 305 tidak langsung memperoleh Google Play Services dan berbagai aplikasi Google. HMD juga tidak memasang Google Play Store sebagai toko aplikasi bawaan pada perangkat ini.

Sebagai gantinya, perusahaan menyediakan toko aplikasi sendiri. HMD mengisinya dengan sejumlah aplikasi ringan yang menyesuaikan kemampuan perangkat.

Sejauh ini, perusahaan telah menyebut TikTok Lite sebagai salah satu aplikasi yang dapat berjalan pada Asha 305. Sementara itu, sejumlah laporan tidak resmi turut menyebut beberapa aplikasi populer lainnya, antara lain Facebook Lite, Instagram Lite, WhatsApp, dan YouTube.

Pendekatan tersebut membuat HMD Asha 305 memiliki karakter yang cukup unik. Pengguna tetap dapat menikmati sejumlah fungsi smartphone, tetapi HMD tidak membebani perangkat dengan spesifikasi maupun ekosistem aplikasi selengkap ponsel Android pada umumnya.

Layar 5 Inci dengan Desain Sederhana

HMD membawa desain smartphone Android generasi lama ke Asha 305. Perangkat ini menggunakan panel LCD berukuran 5 inci dengan resolusi 854 x 480 piksel.

Ukuran tersebut tergolong ringkas jika dibandingkan dengan smartphone Android modern yang umumnya menawarkan layar lebih dari 6 inci. Karena itu, dimensi layarnya dapat menarik pengguna yang lebih menyukai perangkat kecil dan sederhana.

HMD mempertahankan bezel cukup tebal pada bagian atas dan bawah layar. Perangkat mempunyai ketebalan bodi 10,2 mm, sedangkan bobotnya mencapai 145 gram.

Pada bezel atas, HMD menempatkan earpiece bersama kamera depan 2 MP. Kamera tersebut melayani kebutuhan dasar seperti panggilan video dan pengambilan foto selfie.

Bagian belakang juga membawa kamera utama beresolusi 2 MP. HMD menyusun kamera itu dalam pola zig-zag bersama satu kamera lain yang spesifikasinya belum perusahaan ungkap. Selain itu, LED flash ikut melengkapi area kamera belakang.

HMD Asha 305

HMD Asha 305.

Unisoc T137 Jadi Andalan Dapur Pacu

Untuk menjalankan berbagai fungsi perangkat, HMD memilih chipset Unisoc T137 sebagai otak HMD Asha 305. Perusahaan memasangkan chipset tersebut dengan RAM berkapasitas 2 GB.

Sementara itu, pengguna mendapatkan penyimpanan internal sebesar 16 GB. Kapasitas itu memang jauh lebih kecil daripada penyimpanan smartphone Android masa kini. Namun, HMD memberikan slot kartu microSD agar pengguna dapat menambah ruang penyimpanan.

Perangkat mendukung kartu microSD dengan kapasitas maksimal 128 GB. Dengan tambahan tersebut, pengguna memiliki ruang lebih besar untuk menyimpan foto, video, dokumen, maupun data lainnya.

Kombinasi RAM 2 GB dan penyimpanan 16 GB sekaligus menegaskan posisi Asha 305 sebagai perangkat kelas pemula. HMD tampaknya tidak mengejar performa tinggi, melainkan mengutamakan fungsi dasar serta penggunaan aplikasi yang relatif ringan.

Baterai 2.500 mAh Bisa Dilepas

Pada sektor daya, HMD memasang baterai berkapasitas 2.500 mAh. Menariknya, pengguna dapat melepas dan memasang kembali baterai tersebut.

Karakteristik ini semakin memperkuat nuansa feature phone pada Asha 305. Sebab, sebagian besar smartphone modern telah menggunakan baterai tanam yang tidak dapat pengguna lepaskan dengan mudah.

HMD menyediakan konektor USB Type-C untuk pengisian daya. Namun, perangkat hanya mendukung daya pengisian sebesar 5 watt.

Perusahaan mengklaim baterai tersebut dapat menjaga perangkat tetap menyala hingga 32 jam. Tentu saja, durasi penggunaan sebenarnya dapat berbeda karena pola penggunaan, kondisi jaringan, aktivitas aplikasi, dan pengaturan perangkat turut memengaruhi konsumsi daya.

Sudah Mendukung Dual SIM dan Jaringan 4G

Meskipun membawa spesifikasi sederhana, HMD Asha 305 tetap menawarkan beberapa fitur konektivitas penting untuk penggunaan sehari-hari.

Perangkat mendukung dual SIM dengan jaringan 4G. Selain itu, HMD menyertakan Wi-Fi, Bluetooth 4.2, GPS, serta port USB Type-C.

Dukungan tersebut memungkinkan pengguna menjalankan fungsi komunikasi dan internet yang menjadi kebutuhan utama ponsel masa kini. Kehadiran jaringan 4G juga membuat Asha 305 lebih relevan dibandingkan feature phone yang hanya mengandalkan jaringan generasi lama.

Dengan kombinasi Pulse OS dan konektivitas tersebut, HMD berusaha menawarkan perangkat yang sederhana tanpa sepenuhnya meninggalkan pengalaman smartphone.

Harga HMD Asha 305 Sekitar Rp1 Jutaan

HMD belum mengumumkan harga resmi Asha 305 secara menyeluruh untuk pasar global. Namun, perangkat tersebut sudah muncul di beberapa negara.

Di Filipina, misalnya, HMD Asha 305 muncul dengan banderol sekitar 3.990 peso Filipina. Jika dikonversikan, nominal tersebut setara dengan kisaran Rp1,1 juta.

Harga itu menempatkan Asha 305 dalam segmen perangkat terjangkau. Namun, HMD menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan produsen smartphone Android murah lainnya.

Alih-alih mengejar layar besar, kamera beresolusi tinggi, atau RAM berkapasitas besar, perusahaan mengandalkan kesederhanaan. Pulse OS berbasis AOSP, aplikasi ringan, baterai yang dapat dilepas, jaringan 4G, serta bodi ringkas menjadi karakter utama perangkat ini.

Kembalinya nama Asha juga membawa unsur nostalgia bagi pengguna yang pernah mengenal lini tersebut pada masa lalu. Kini, HMD mencoba menerjemahkan konsep ponsel sederhana itu ke kebutuhan modern melalui HMD Asha 305, sebuah perangkat yang menjembatani karakter feature phone dengan kemampuan dasar smartphone Android.