Kebakaran Hutan Lahan – Kembali melanda Kabupaten Aceh Barat dan menimbulkan kekhawatiran di berbagai wilayah. Peristiwa ini mencatat luas area terdampak mencapai sekitar 50,2 hektare. Hingga saat ini, api masih menyala di sejumlah titik, sehingga tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman secara intensif. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat turut memperberat proses pengendalian kebakaran.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald, menjelaskan bahwa seluruh unsur terkait bergerak bersama di lapangan. Menurutnya, petugas tetap fokus mengendalikan api agar tidak menjalar ke wilayah lain. Selain itu, koordinasi antarinstansi berjalan secara berkelanjutan untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Sebaran Lokasi Kebakaran di Kecamatan Johan Pahlawan

Kecamatan Johan Pahlawan menjadi salah satu wilayah dengan titik kebakaran lahan yang cukup luas. Di kawasan ini, api menjalar ke beberapa desa dengan luasan berbeda. Desa Suak Raya mencatat area terbakar sekitar 10,5 hektare. Sementara itu, Desa Suak Nie mengalami kebakaran seluas 10 hektare. Selain dua desa tersebut, Desa Lapang juga terdampak dengan luasan mencapai 9,5 hektare.

Penyebaran api di kecamatan ini terjadi cukup cepat. Angin kencang mendorong bara api melompat ke lahan kering di sekitarnya. Akibatnya, petugas harus bekerja ekstra untuk membatasi pergerakan api agar tidak mendekati permukiman warga.

Kebakaran Hutan Lahan

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Barat meluas hingga 50,2 hektare.

Dampak Kebakaran di Kecamatan Meureubo dan Kaway XVI

Selain Johan Pahlawan, Kecamatan Meureubo juga mengalami kebakaran lahan di beberapa titik. Desa Ranto Panyang Timur mengalami kebakaran seluas 2 hektare. Selanjutnya, api juga muncul di Desa Alue Peunyareng dengan luasan sekitar 1 hektare. Di Desa Ujong Tanoh Darat, kebakaran menjalar hingga 0,5 hektare lahan.

Di wilayah lain, tepatnya Kecamatan Kaway XVI, api melahap lahan di Desa Meunasah Rambot dengan luas sekitar 8 hektare. Lokasi ini memiliki vegetasi yang mudah terbakar, sehingga api cepat membesar ketika angin bertiup kencang. Oleh karena itu, petugas harus memfokuskan upaya pemadaman secara bertahap.

Kebakaran Lahan di Kecamatan Bubon

Kecamatan Bubon juga menghadapi situasi serupa. Api membakar lahan di Desa Peulanteu dengan luasan sekitar 4,2 hektare. Selain itu, kebakaran juga terjadi di Desa Blang Luah dengan area terdampak mencapai 4 hektare. Kondisi lahan kering mempercepat penyebaran api di wilayah ini.

Masyarakat sekitar ikut membantu proses pemadaman dengan peralatan seadanya. Kerja sama antara warga dan petugas menjadi faktor penting dalam menahan laju api, terutama di area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Faktor Angin Kencang Mempercepat Penyebaran Api

Teuku Ronald menyebutkan bahwa angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat meluasnya kebakaran. Tiupan angin membawa percikan api ke lahan lain yang masih kering. Akibatnya, titik kebakaran baru terus bermunculan dalam waktu singkat.

Selain itu, kondisi cuaca panas juga memperburuk situasi. Rumput kering dan semak belukar menjadi bahan bakar yang mudah terbakar. Oleh sebab itu, petugas harus bergerak cepat untuk membuat sekat api dan melakukan penyiraman secara berulang.

Keterlibatan Tim Gabungan dalam Proses Pemadaman

Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat melibatkan banyak pihak. Personel pemadam kebakaran dari Mako BPBD Aceh Barat turun langsung ke lokasi. Selain itu, Damkar dari Kecamatan Woyla, Meureubo, Kaway XVI, dan Arongan Lambalek turut membantu proses pemadaman.

Tidak hanya itu, tim Manggala Agni Sibolangit dari Balai Dalkarhut Sumatera juga bergabung di lapangan. Unsur TNI dari Kodim 0105 Aceh Barat dan Yonif 116 Garda Samudra ikut mendukung pengendalian kebakaran. Polres Aceh Barat, petugas KPH Wilayah IV Aceh, serta personel DLHK Provinsi Aceh juga terlibat aktif. Di sisi lain, masyarakat setempat memberikan dukungan penuh di setiap lokasi kebakaran.

Upaya Pemadaman Masih Terus Berlangsung

Hingga saat ini, seluruh tim gabungan masih berjibaku di lapangan. Petugas terus menyemprotkan air dan memutus jalur api agar tidak meluas. Selain itu, koordinasi lapangan terus berjalan untuk menyesuaikan strategi pemadaman dengan kondisi terbaru.

Teuku Ronald menegaskan bahwa seluruh personel tetap bekerja tanpa henti demi mengendalikan situasi. Fokus utama saat ini tertuju pada pencegahan penyebaran api ke area yang lebih luas. Dengan kerja sama semua pihak, upaya pemadaman terus berlangsung di seluruh titik kebakaran di Kabupaten Aceh Barat.