Naomi Osaka – Kembali menunjukkan mental juara pada laga pembuka Australian Open. Unggulan ke-16 tersebut menghabiskan waktu dua jam 22 menit untuk menyingkirkan petenis Kroasia, Antonia Ruzic, melalui pertandingan tiga set yang penuh tekanan. Osaka mengamankan kemenangan dengan skor 6-3, 3-6, 6-4 setelah berhasil bangkit dari kondisi tertinggal satu break pada set penentuan.
Sejak awal pertandingan, Osaka langsung mengambil inisiatif permainan. Ia tampil agresif dan mengontrol tempo dengan pukulan keras dari garis belakang. Namun demikian, Ruzic tidak datang sebagai lawan yang mudah. Petenis muda Kroasia itu menunjukkan kepercayaan diri tinggi dan terus menekan Osaka hingga akhir laga.
Evaluasi Performa Naomi Osaka Setelah Pertandingan
Usai pertandingan, Osaka menyampaikan evaluasinya dengan jujur. Ia menilai level permainannya sudah cukup baik, meskipun masih memiliki ruang untuk berkembang. Osaka menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan, terlepas dari hasil akhir.
Selain itu, Osaka menekankan pentingnya menerima kenyataan dalam pertandingan tenis. Ia memahami bahwa jika lawan mampu bermain lebih baik secara konsisten, maka kemenangan menjadi hal yang pantas. Namun, pada laga ini, Osaka berhasil mempertahankan fokus hingga poin terakhir.

Petenis Jepang Naomi Osaka beraksi pada babak pertama Australian Open melawan petenis Kroasia Antonia Ruzic di Rod Laver Arena, Melbourne, Selasa (20/1/2026). (WTA)
Antonia Ruzic Tampil Percaya Diri di Debut Australian Open
Sementara itu, Antonia Ruzic memberikan perlawanan sengit pada debutnya di Australian Open. Setelah mencapai semifinal WTA pertamanya di Hobart pekan sebelumnya, Ruzic membawa kepercayaan diri tersebut ke Melbourne. Ia mampu menyamai intensitas Osaka, terutama dalam duel dari baseline.
Ruzic bahkan berhasil membalikkan keadaan pada set ketiga. Setelah tertinggal 2-0, ia merebut momentum dan memimpin 4-3 dengan satu break. Pada fase ini, Ruzic menunjukkan ketahanan mental dan kualitas pukulan yang matang, khususnya melalui backhand yang konsisten.
Strategi Osaka Berubah di Momen Krusial
Dalam kondisi tertekan, Osaka segera menyesuaikan strategi permainannya. Ia mulai mengalihkan serangan ke sisi forehand Ruzic, yang relatif kurang stabil dibandingkan backhand. Selain itu, Osaka meningkatkan konsistensi reli sebelum melakukan akselerasi pada momen yang tepat.
Perubahan strategi tersebut langsung membuahkan hasil. Osaka memenangi 12 dari 15 poin terakhir pertandingan. Dengan pendekatan yang lebih solid, ia berhasil mengendalikan permainan dan menutup laga dengan meyakinkan.
Statistik Pertandingan Menunjukkan Pertarungan Ketat
Dari sisi statistik, pertandingan ini mencerminkan duel yang seimbang. Osaka unggul dalam reli pendek dengan memenangi 62 poin dari pertukaran empat pukulan atau kurang. Sebaliknya, Ruzic menunjukkan keunggulan tipis dalam reli panjang, dengan 45 poin dari reli lima pukulan atau lebih.
Pada awal set ketiga, Ruzic kembali menunjukkan ketangguhan dengan mematahkan servis Osaka dan unggul 4-3. Namun, pada saat krusial, Osaka meningkatkan kualitas servisnya. Ia melepaskan empat servis tak terbalas secara beruntun, termasuk dua ace bersih, untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
Kesalahan Krusial dan Penentuan Match Point
Memasuki gim terakhir, tekanan mulai memengaruhi permainan Ruzic. Forehand andalannya menghasilkan tiga kesalahan sendiri yang merugikan. Osaka dengan cepat membaca situasi tersebut dan langsung mengambil alih kendali.
Pada match point pertama, Osaka melepaskan pukulan backhand winner yang memastikan kemenangan. Ia mengakhiri pertandingan dengan penuh keyakinan dan menunjukkan ketajaman naluri seorang juara.
Tantangan Berikutnya Menanti Naomi Osaka
Selanjutnya, Osaka akan menghadapi Sorana Cirstea pada babak berikutnya. Cirstea sebelumnya bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menyingkirkan Eva Lys dengan skor 3-6, 6-4, 6-3. Pertemuan ini diprediksi akan kembali menguji konsistensi dan daya tahan Osaka di Australian Open.
Dengan kemenangan dramatis ini, Osaka mengirimkan pesan kuat bahwa ia siap bersaing di turnamen Grand Slam. Perpaduan pengalaman, penyesuaian strategi, dan ketenangan di momen krusial kembali menjadi kunci kesuksesannya.