Penumpang Emirates Terjebak Di Pesawat selama sekitar 10 jam setelah penerbangan EK302 rute Dubai menuju Shanghai mengalami penundaan panjang di Bandara Internasional Xiaoshan, Hangzhou, China. Situasi tersebut membuat ratusan penumpang menghadapi kondisi tidak nyaman karena sistem pendingin udara atau AC kabin berhenti berfungsi selama pesawat masih berada di landasan.
Insiden ini terjadi ketika pesawat Airbus A380 milik Emirates harus mengalihkan perjalanan akibat kondisi cuaca buruk yang melanda Shanghai. Awalnya, maskapai memperkirakan pesawat hanya akan mengalami penundaan sementara. Namun, kendala cuaca, pergantian awak, serta masalah teknis membuat para penumpang harus tetap berada di dalam kabin selama berjam-jam.
Kondisi semakin sulit ketika suhu dalam pesawat mulai meningkat pada dini hari. Beberapa penumpang meminta tambahan air minum karena merasa kepanasan. Bahkan, laporan menyebutkan setidaknya satu penumpang mengalami pingsan akibat situasi tersebut.
Kronologi Penerbangan Emirates EK302 Mengalami Penundaan Panjang
Penerbangan Emirates EK302 berangkat dari Dubai pada 22 Juli dengan tujuan akhir Shanghai. Pesawat tersebut menggunakan Airbus A380 yang mampu membawa ratusan penumpang dalam satu perjalanan.
Namun, cuaca ekstrem berupa badai membuat pesawat tidak dapat langsung mendarat di Shanghai. Pilot kemudian mengalihkan penerbangan menuju Bandara Internasional Xiaoshan di Hangzhou untuk menunggu kondisi cuaca membaik.
Pesawat mendarat di Hangzhou sekitar pukul 21.04 waktu setempat. Setelah mendarat, para penumpang tetap berada di dalam kabin karena awak pesawat masih menunggu informasi mengenai kemungkinan melanjutkan penerbangan menuju Shanghai.
Seiring berjalannya waktu, situasi yang awalnya hanya berupa penundaan singkat berubah menjadi masalah berkepanjangan. Pergantian awak pesawat menghadapi hambatan sehingga penerbangan belum dapat kembali berjalan sesuai rencana.
Selain kendala operasional, kru juga menemukan gangguan teknis pada pesawat. Pemeriksaan tersebut membuat keberangkatan semakin tertunda dan memperpanjang waktu para penumpang berada di dalam pesawat.

Pesawat penumpang terbesar di dunia Airbus A380 milik maskapai Emirates.
Sistem AC Berhenti Bekerja dan Penumpang Membutuhkan Bantuan
Situasi di dalam kabin mulai memburuk sekitar pukul 03.00 pagi ketika sistem pendingin udara tidak lagi berfungsi dengan normal. Tanpa sistem AC yang bekerja, suhu dalam pesawat meningkat dan membuat kondisi kabin menjadi tidak nyaman bagi para penumpang.
Sejumlah penumpang kemudian meminta air minum untuk membantu menghadapi suhu panas di dalam kabin. Dalam kondisi tersebut, satu orang penumpang dilaporkan kehilangan kesadaran atau pingsan.
Pihak keamanan setempat bersama layanan medis langsung memberikan bantuan. Polisi dan ambulans datang ke lokasi untuk menangani kondisi darurat serta memastikan keselamatan para penumpang selama proses evakuasi berlangsung.
Awak pengganti akhirnya tiba sekitar pukul 04.00 pagi dan mencoba menghidupkan mesin pesawat agar penerbangan dapat kembali berjalan. Namun, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, pilot menemukan adanya masalah teknis yang membuat pesawat tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.
Pada sekitar pukul 06.00 pagi, pilot mengumumkan pembatalan penerbangan EK302. Setelah menunggu beberapa jam, para penumpang akhirnya mendapatkan izin untuk turun dari pesawat sekitar pukul 09.00 pagi.
Emirates Berikan Penjelasan dan Bantuan kepada Penumpang
Menanggapi kejadian tersebut, Emirates menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak. Maskapai menjelaskan bahwa penerbangan EK302 memang harus dialihkan ke Hangzhou karena kondisi cuaca buruk di Shanghai.
Selain faktor cuaca, Emirates menyebut penundaan lanjutan terjadi karena kombinasi kendala operasional dan pemeriksaan teknis pada pesawat. Maskapai memastikan bahwa mereka tetap mengutamakan keselamatan penumpang sebelum memutuskan penerbangan tidak dapat dilanjutkan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Emirates menyediakan fasilitas akomodasi hotel serta transportasi lanjutan bagi para penumpang. Setelah mendapatkan bantuan tersebut, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Shanghai.
Kejadian penumpang Emirates terjebak di pesawat ini menjadi perhatian karena menunjukkan tantangan yang dapat muncul dalam penerbangan internasional, terutama ketika faktor cuaca dan masalah teknis terjadi secara bersamaan. Meskipun maskapai harus menghadapi situasi sulit, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama sebelum pesawat kembali beroperasi.