Pocari Sweat Run 2026 – Kembali menegaskan posisinya sebagai ajang lari terbesar di Indonesia dengan menghadirkan konsep dua kota, yaitu Lombok dan Bandung. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan pendekatan baru dengan mengubah urutan pelaksanaan lomba. Lombok menjadi kota pembuka pada 11–12 Juli 2026, kemudian Bandung menyusul pada 19–20 September 2026. Perubahan ini lahir dari masukan langsung para peserta yang menginginkan pengalaman berlari lebih nyaman.

Melalui konsep ini, Pocari Sweat Run tidak hanya menawarkan kompetisi lari, tetapi juga pengalaman sport tourism yang lebih menyeluruh. Dengan demikian, event ini mampu menjangkau pelari dari berbagai wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penyesuaian Jadwal Demi Kenyamanan Peserta

Panitia menyusun jadwal Pocari Sweat Run 2026 dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan karakter masing-masing kota. Lombok mendapat jadwal pada bulan Juli karena cuaca cenderung lebih sejuk berkat pengaruh angin Australia. Kondisi ini dinilai ideal untuk aktivitas lari jarak jauh, terutama di lintasan terbuka seperti Sirkuit Mandalika.

Sementara itu, Bandung tetap mempertahankan jadwal pada bulan September karena kota ini memiliki suhu yang relatif lebih stabil. Selain itu, penyelenggaraan Pocari Sweat Run Bandung menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kota Bandung, sehingga atmosfer kota terasa lebih semarak.

Pocari Sweat Run 2026

Pocari Sweat Run Indonesia berlangsung di Kota Bandung pada 19-20 Juli 2025. (Istimewa)

Target 60 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia

Pada Pocari Sweat Run 2026, panitia menargetkan partisipasi hingga 60 ribu pelari. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 ribu pelari akan hadir langsung di Lombok, 15 ribu pelari mengikuti lomba di Bandung, dan 35 ribu pelari berpartisipasi melalui kategori virtual.

Melalui konsep dua kota, panitia membuka kesempatan lebih luas bagi komunitas lari dari berbagai daerah. Hingga kini, peserta tercatat berasal dari lebih dari 400 kota dan kabupaten di Indonesia. Fakta ini menunjukkan bahwa Pocari Sweat Run telah berkembang menjadi ajang nasional dengan daya tarik yang merata.

Pemerataan Peserta Wilayah Barat dan Timur

Selama ini, lomba lari besar di Indonesia cenderung terpusat di wilayah barat. Oleh karena itu, panitia menghadirkan Lombok sebagai lokasi utama untuk menarik pelari dari wilayah timur. Strategi ini terbukti efektif karena mayoritas peserta Lombok berasal dari kawasan Indonesia timur.

Dengan menghadirkan Lombok, Pocari Sweat Run mendorong pemerataan ekosistem olahraga lari. Selain itu, panitia juga ingin mengajak pelari dari daerah yang belum terbiasa mengikuti event berskala besar agar dapat merasakan atmosfer kompetisi nasional.

Antusiasme Tinggi dan Jadwal Pendaftaran

Pocari Sweat Run selalu menarik minat tinggi dari komunitas lari. Panitia akan membuka pendaftaran Lombok pada 26 Januari 2026, sedangkan Bandung menyusul pada 2 Februari 2026. Seluruh pendaftaran akan di buka pukul 12.00 WIB.

Pada tahun-tahun sebelumnya, tiket lomba di Bandung kerap habis dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, kehadiran Lombok menjadi solusi bagi pelari yang tidak memperoleh slot di Bandung. Sirkuit Mandalika sendiri mampu menampung peserta dalam jumlah besar, sehingga panitia dapat mengakomodasi lebih banyak pelari.

Ragam Kategori Lomba di Setiap Kota

Panitia merancang kategori lomba yang berbeda di setiap kota. Di Lombok, peserta dapat memilih kategori 4,3K, 10K, half marathon, dan marathon. Kategori 4,3K akan berlangsung pada sore hari menjelang matahari terbenam, sedangkan kategori lainnya di mulai sejak dini hari.

Jarak 4,3K menyesuaikan panjang satu putaran Sirkuit Mandalika. Dengan konsep ini, peserta dapat menikmati lintasan ikonik sekaligus panorama sekitar sirkuit. Sementara itu, Bandung hanya membuka kategori 10K dan half marathon yang digelar dalam dua hari terpisah.

Untuk peserta virtual, panitia menyediakan kategori Kids, 3K, 5K, dan 10K yang akan berlangsung pada 20 September 2026.

Kesiapan Kota dan Dampak Ekonomi

Pemerintah Kota Bandung memastikan kesiapan dari sisi pengamanan, rute lomba, dan akomodasi. Kota Bandung memiliki sekitar 15 ribu kamar hotel dari berbagai kelas, sehingga mampu menampung ribuan pelari dan wisatawan.

Di sisi lain, pengelola kawasan Mandalika menyiapkan dukungan transportasi udara, shuttle, dan fasilitas pendukung lainnya. Panitia berharap para peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga mengajak keluarga dan menikmati destinasi wisata sekitar.

Melalui Pocari Sweat Run 2026, panitia menargetkan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi daerah tuan rumah. Pada penyelenggaraan sebelumnya, event ini berhasil menyumbang ratusan miliar rupiah bagi perekonomian lokal. Dengan skala yang lebih luas, dampak positif tersebut diyakini akan terus meningkat.