Sunscreen Untuk kulit Berjerawat memiliki peran penting dalam melindungi wajah dari paparan sinar ultraviolet sekaligus membantu mencegah noda hitam bekas jerawat. Orang dengan kulit rentan berjerawat tetap perlu memakai sunscreen setiap hari. Namun, pemilihan formula yang tepat menjadi kunci agar produk tidak terasa berat atau berpotensi menyumbat pori-pori.
Sebagian orang mungkin ragu menambahkan sunscreen ke dalam rutinitas perawatan wajah ketika jerawat sedang muncul. Kekhawatiran biasanya muncul karena mereka takut produk tersebut membuat kulit semakin berminyak, menimbulkan iritasi, atau memicu breakout baru.
Meski demikian, perlindungan terhadap sinar matahari tetap menjadi bagian penting dalam perawatan kulit. Paparan sinar ultraviolet tidak hanya berkaitan dengan penuaan dini, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kanker kulit.
American Academy of Dermatology (AAD) menganjurkan penggunaan sunscreen broad-spectrum yang mampu memberikan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB. AAD juga menyarankan SPF 30 atau lebih tinggi serta formula yang tahan air untuk perlindungan sehari-hari.
Pengguna perlu mengaplikasikan sunscreen kembali secara berkala, terutama ketika banyak beraktivitas di luar ruangan, berenang, atau berkeringat.
Sunscreen Membantu Mencegah Noda Hitam Bekas Jerawat
Kulit yang rentan berjerawat justru membutuhkan perhatian lebih terhadap perlindungan dari sinar matahari. Dermatolog bersertifikat asal Connecticut, Mona Gohara, MD, menjelaskan bahwa kulit berjerawat sangat mudah mengalami perubahan pigmentasi akibat paparan matahari.
Ketika jerawat mulai sembuh, sinar ultraviolet dapat meningkatkan risiko hiperpigmentasi pascainflamasi. Kondisi tersebut meninggalkan noda gelap yang dapat bertahan setelah jerawat menghilang.
Pemakaian sunscreen untuk kulit berjerawat dapat membantu mencegah noda tersebut muncul atau berubah semakin gelap. Karena itu, sunscreen tidak hanya melindungi kulit dari efek buruk sinar ultraviolet, tetapi juga mendukung proses perawatan bekas jerawat.
Perlindungan matahari juga penting bagi orang yang menjalani perawatan jerawat. Dermatolog bersertifikat di San Francisco, Caren Campbell, MD, menjelaskan bahwa beberapa obat dan perawatan jerawat dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari.
Dengan perlindungan yang memadai, kulit dapat menghadapi paparan sinar ultraviolet dengan lebih baik sekaligus mempertahankan fungsi lapisan pelindungnya.
Benarkah Sinar Matahari Bisa Membantu Meredakan Jerawat?
Anggapan bahwa berjemur atau terkena sinar matahari dapat mengatasi jerawat masih sering muncul. Namun, efek tersebut tidak menjadikan paparan matahari sebagai metode perawatan jerawat yang tepat.
Menurut Gohara, sinar matahari memang dapat mengurangi peradangan untuk sementara waktu. Namun, paparan dalam jangka panjang justru meningkatkan risiko pigmentasi sekaligus membawa risiko lain bagi kesehatan kulit, termasuk kanker kulit.
Karena itu, seseorang sebaiknya tidak mengandalkan sinar matahari untuk meredakan breakout. Perawatan jerawat yang terbukti efektif tetap menjadi pilihan utama. Penggunaan sunscreen secara rutin kemudian melengkapi perawatan tersebut dengan memberikan perlindungan terhadap radiasi ultraviolet.

Ilustrasi pakai Sunscreen.
Cara Memilih Sunscreen untuk Kulit Berjerawat
Pemilihan formula menjadi faktor penting bagi pemilik kulit yang mudah berjerawat. Gohara menjelaskan bahwa sunscreen dapat memicu breakout ketika seseorang menggunakan formula yang terlalu berat atau terlalu oklusif untuk kondisi kulitnya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pilih sunscreen dengan tekstur ringan dan mencantumkan keterangan noncomedogenic. Formula seperti ini bertujuan memberikan perlindungan tanpa membebani atau menyumbat pori-pori.
Pemilik kulit berjerawat juga perlu memperhatikan komposisi produk. Dermatolog menyarankan agar orang yang mudah mengalami breakout berhati-hati terhadap bahan berat seperti minyak kelapa atau butter bertekstur tebal. Bahan semacam itu dapat memerangkap minyak pada pori-pori bagi sebagian orang.
Selain tekstur ringan, kandungan niacinamide juga dapat menjadi pertimbangan saat memilih sunscreen. Menurut Gohara, niacinamide menawarkan beberapa manfaat untuk kulit yang rentan mengalami jerawat.
Bahan tersebut dapat membantu mengurangi kemerahan dan mendukung fungsi lapisan pelindung kulit. Niacinamide juga dapat membantu mengontrol produksi minyak sehingga cocok menjadi salah satu kandungan pendamping dalam sunscreen bagi kulit yang mudah mengalami breakout.
Konsumen juga dapat memperhatikan keterangan seperti “clear skin” atau “oil control” pada kemasan. Produsen biasanya merancang produk dengan klaim tersebut untuk menawarkan tekstur yang lebih ringan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kulit berminyak atau rentan berjerawat.
Jangan Lupakan Cara Pemakaian Sunscreen yang Tepat
Memilih sunscreen untuk kulit berjerawat yang sesuai belum cukup jika pengguna tidak memakainya dengan benar. Penggunaan rutin dan pengaplikasian ulang berperan penting dalam menjaga efektivitas perlindungan kulit.
Saat menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari, aplikasikan kembali sunscreen sekitar setiap dua jam. Lakukan pengaplikasian ulang setelah berenang atau banyak berkeringat.
Perlindungan juga tidak harus bergantung pada sunscreen saja. Topi, kacamata hitam, pakaian yang melindungi kulit, dan upaya mengurangi paparan langsung dapat membantu memberikan perlindungan tambahan.
Pada akhirnya, kulit berjerawat tetap membutuhkan sunscreen setiap hari. Formula ringan, noncomedogenic, serta kandungan yang sesuai dengan kebutuhan kulit dapat membantu mengurangi kekhawatiran terhadap pori-pori tersumbat dan breakout.
Penggunaan sunscreen secara konsisten juga membantu menjaga kulit dari paparan UVA dan UVB sekaligus mengurangi risiko noda gelap setelah jerawat sembuh. Dengan pemilihan produk dan cara penggunaan yang tepat, sunscreen dapat menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit berjerawat.