Timnas Maroko – Menunjukkan performa solid dalam ajang Piala Afrika 2025. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Maroko berhasil mengalahkan Timnas Kamerun dengan skor 2-0. Hasil ini membawa Maroko melangkah ke babak semifinal sekaligus mempertegas statusnya sebagai kandidat kuat juara.
Pertandingan perempat final ini berlangsung di Stadion Pangeran Moulay Abdallah pada Sabtu dini hari waktu Indonesia. Sejak awal laga, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Namun, Maroko tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang penting.
Dominasi Penguasaan Bola Tidak Menjamin Kemenangan Kamerun
Sepanjang pertandingan, Kamerun menguasai bola hingga 59 persen. Tim berjuluk Singa Afrika tersebut mencoba mengendalikan tempo melalui permainan operan pendek dan pergerakan lini tengah. Namun, dominasi tersebut tidak menghasilkan banyak peluang berbahaya.
Sebaliknya, Maroko memilih pendekatan yang lebih agresif dan langsung. Dengan transisi cepat dari bertahan ke menyerang, Maroko mampu menciptakan sembilan percobaan ke gawang, tiga di antaranya mengarah tepat sasaran. Sementara itu, Kamerun hanya mencatatkan lima percobaan tanpa efektivitas maksimal.
Perbedaan pendekatan ini menjadi faktor pembeda. Maroko tidak mengejar penguasaan bola, tetapi fokus pada efisiensi dan ketajaman di sepertiga akhir lapangan.

Maroko ke semifinal Piala Afrika 2025. (Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images)
Gol Brahim Diaz Pecah Kebuntuan Babak Pertama
Maroko langsung meningkatkan tekanan sejak menit awal. Serangan demi serangan mengalir dari kedua sisi lapangan melalui kecepatan pemain sayap. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26.
Brahim Diaz mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan ruang di lini pertahanan Kamerun. Gol ini mengangkat kepercayaan diri Maroko sekaligus mengubah dinamika pertandingan.
Setelah gol tersebut, Maroko tetap menjaga intensitas. Sementara itu, Kamerun mencoba merespons dengan menaikkan garis pertahanan. Namun, upaya tersebut justru membuka ruang bagi serangan balik cepat tuan rumah.
Babak Kedua: Maroko Menjaga Kontrol dan Tambah Keunggulan
Memasuki babak kedua, Kamerun berusaha tampil lebih agresif. Pelatih Kamerun melakukan penyesuaian dengan memasukkan pemain segar di lini tengah dan depan. Namun, Maroko mampu meredam tekanan tersebut dengan disiplin dan organisasi permainan yang rapi.
Pada saat yang krusial, Maroko kembali menunjukkan ketajamannya. Ismael Saibari menggandakan keunggulan di babak kedua melalui penyelesaian yang tenang. Gol ini semakin mengukuhkan dominasi Maroko dan mempersulit langkah Kamerun untuk bangkit.
Setelah gol kedua, Maroko mengatur tempo dengan lebih sabar. Tim tuan rumah tetap menjaga intensitas bertahan sambil sesekali melancarkan serangan cepat untuk menguras stamina lawan.
Disiplin Taktik Jadi Kunci Keberhasilan Maroko
Keberhasilan Maroko tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada disiplin kolektif. Lini belakang tampil solid dalam menghalau setiap upaya Kamerun. Selain itu, transisi antar lini berjalan dengan sangat rapi.
Kamerun memang mencoba memaksimalkan keunggulan fisik dan duel udara. Namun, Maroko mampu mengantisipasi pendekatan tersebut dengan penempatan posisi yang cermat. Dengan strategi ini, Maroko berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Susunan Pemain Kedua Tim
Timnas Kamerun:
Devis Epassy, Che Malone Junior, Samuel Kotto, Nouhou, Tchamadeu, Avom, Baleba, Namaso, Nagida, Mbeumo, Kofane.
Timnas Maroko:
Yassine Bounou, Achraf Hakimi, Nayef Aguerd, Adam Masina, Noussair Mazraoui, Eliesse Ben Seghir, El Aynaoui, Ismael Saibari, Brahim Diaz, Ayoub El Kaabi, Abde Ezzalzouli.
Maroko Tegaskan Ambisi Juara Piala Afrika 2025
Kemenangan atas Kamerun semakin mempertegas ambisi Maroko di Piala Afrika 2025. Bermain sebagai tuan rumah, Maroko memanfaatkan dukungan publik dengan sangat baik. Selain itu, kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik memberikan keuntungan besar dalam fase gugur.
Dengan langkah ini, Maroko menatap babak semifinal dengan kepercayaan diri tinggi. Konsistensi permainan dan efektivitas serangan menjadi modal utama untuk melangkah lebih jauh. Jika Maroko mampu menjaga performa seperti ini, peluang untuk mengangkat trofi Piala Afrika 2025 terbuka lebar.