Taman Indonesia Perancis kini menjadi salah satu destinasi budaya baru yang menarik perhatian masyarakat Eropa. Berlokasi di kawasan Tropical Parc, Saint-Jacut-les-Pins, Bretagne, taman ini menghadirkan berbagai unsur khas Indonesia, mulai dari rumah adat, lanskap tropis, hingga karya seni tradisional. Kehadirannya di harapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus mempererat hubungan antara Indonesia dan Perancis.
Menampilkan Beragam Ikon Budaya Nusantara
Jardin Indonésien-I Ketut Wirta di bangun di atas lahan lebih dari satu hektare di dalam kompleks Tropical Parc. Konsep kawasan ini di rancang menyerupai suasana pedesaan Indonesia dengan memadukan arsitektur tradisional, tanaman tropis, dan elemen alam yang identik dengan Nusantara.
Pengunjung dapat menemukan berbagai bangunan khas dari sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya terdapat rumah adat Toraja, rumah tradisional Nusa Tenggara Timur, serta rumah Joglo dari Jawa. Selain itu, terdapat lumbung padi khas Bali, stupa yang terinspirasi dari Candi Borobudur, patung bernuansa budaya Hindu, kolam, sawah terasering, serta deretan pohon palem yang memperkuat nuansa tropis.
Seluruh elemen tersebut di buat melalui kolaborasi bersama para pengrajin Indonesia dari Bali, Lombok, Jawa, Toraja, hingga Nusa Tenggara Timur. Keaslian desain menjadi salah satu daya tarik utama sehingga pengunjung dapat merasakan suasana Indonesia tanpa harus datang langsung ke Tanah Air.

Taman Indonesia Prancis resmi menjadi destinasi budaya Nusantara terbesar di negara tersebut dengan rumah adat, terasering.
Di bangun dari Kecintaan terhadap Indonesia
Taman budaya ini merupakan hasil gagasan keluarga Giquel, pengelola Tropical Parc, yang telah lama memiliki ketertarikan terhadap budaya Indonesia. Selama puluhan tahun mereka mengunjungi berbagai daerah di Indonesia untuk mempelajari tradisi, seni, hingga arsitektur lokal.
Nama I Ketut Wirta di pilih sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang memperkenalkan keluarga tersebut pada kekayaan budaya Indonesia. Dari hubungan tersebut lahir keinginan untuk membangun sebuah kawasan yang mampu menampilkan wajah Indonesia secara autentik di Perancis.
Menurut pengelola, setiap bangunan dan karya seni yang berada di taman memiliki nilai sejarah dan filosofi yang di wariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, proses pembangunannya melibatkan para perajin asli Indonesia agar seluruh detail tetap mempertahankan keunikan budaya Nusantara.
Di harapkan Menjadi Pusat Promosi Budaya Indonesia
Kehadiran Jardin Indonésien-I Ketut Wirta mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah setempat. Taman ini di nilai mampu memperkuat daya tarik Tropical Parc sebagai destinasi wisata sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai keberagaman budaya Indonesia.
Pengelola juga telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan pada beberapa tahun mendatang. Area taman akan di perluas dengan menghadirkan lebih banyak rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu, Museum Seni Tradisional Indonesia juga di rencanakan mulai beroperasi pada 2027 untuk melengkapi pengalaman wisata para pengunjung.