Wisata Paralayang Giri Sembung menghadirkan manfaat baru bagi masyarakat di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Destinasi ini tidak hanya menyuguhkan pengalaman terbang di atas Perbukitan Menoreh, tetapi juga mendorong pertumbuhan berbagai usaha milik warga. Kehadiran wisata tersebut memperluas peluang pendapatan melalui layanan transportasi, penginapan, penyewaan kendaraan, hingga usaha kuliner. Kondisi itu menunjukkan bahwa sektor pariwisata mampu menggerakkan roda ekonomi desa secara nyata.

Wisata Paralayang Menarik Minat Pengunjung

Desa Wisata Banjarasri mulai mengoperasikan Wisata Paralayang Giri Sembung pada akhir Mei 2026. Sejak saat itu, jumlah wisatawan terus meningkat. Ketua Desa Wisata Banjarasri, Isfi Sholikhah, menyebut pengelola telah melayani hampir 300 penerbangan tandem.

Peningkatan jumlah penerbangan membawa dampak langsung bagi masyarakat. Warga tidak hanya menyaksikan perkembangan destinasi wisata, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam berbagai layanan penunjang. Mereka membuka usaha yang mendukung kebutuhan wisatawan selama berada di kawasan tersebut.

Menurut Isfi, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan pengelola paralayang. Warga juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha melalui jasa ojek, rental mobil, homestay, dan warung makan. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang usaha yang muncul di sekitar lokasi wisata.

Jasa Ojek Membantu Mobilitas Wisatawan

Akses menuju lokasi lepas landas belum dapat dilalui kendaraan hingga titik paling atas. Kondisi tersebut membuat wisatawan membutuhkan transportasi tambahan. Karena itu, warga menyediakan layanan ojek menuju area take off.

Saat ini sekitar 16 pengemudi ojek melayani wisatawan setiap hari. Mereka mengantar pengunjung menuju lokasi keberangkatan dengan tarif mulai Rp25.000 untuk sekali perjalanan.

Layanan tersebut memberi manfaat ganda. Wisatawan dapat mencapai lokasi dengan lebih mudah. Sementara itu, para pengemudi memperoleh tambahan penghasilan dari aktivitas wisata yang terus berkembang.

Rental Mobil Menambah Pilihan Transportasi

Selain jasa ojek, masyarakat juga menyediakan layanan rental mobil. Sekitar lima unit kendaraan siap melayani wisatawan yang membutuhkan transportasi selama berada di Kulon Progo.

Rental mobil melayani perjalanan menuju kawasan wisata, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), hingga Malioboro. Tarif layanan mulai Rp250.000 sesuai tujuan perjalanan.

Keberadaan rental mobil membuat wisatawan memiliki lebih banyak pilihan transportasi. Layanan tersebut juga membantu wisatawan yang datang bersama keluarga atau rombongan.

Homestay Mendukung Lama Tinggal Wisatawan

Desa Wisata Banjarasri juga mengembangkan sektor akomodasi. Pengelola menggandeng sejumlah pemilik rumah untuk menyediakan homestay bagi wisatawan.

Pengunjung dapat memilih berbagai tipe kamar sesuai kebutuhan. Pilihannya meliputi kamar standar, kamar dengan pendingin udara, hingga fasilitas yang lebih lengkap. Kerja sama antara desa wisata dan pemilik homestay membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Semakin lama wisatawan menginap, semakin besar pula peluang usaha lain berkembang. Warung makan, toko kebutuhan harian, hingga pelaku usaha kecil ikut merasakan dampaknya.

Wisata Paralayang Giri Sembung

Landasan luncur paralayang di Giri Sembung pada Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wisata paralayang Giri Sembung di Kulon Progo mulai membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar, dari ojek hingga homestay.

Tarif Penerbangan Tandem Tetap Terjangkau

Wisatawan yang ingin menikmati pengalaman terbang tandem perlu menyiapkan biaya mulai Rp450.000 untuk satu kali penerbangan.

Biaya tersebut mencakup layanan penerbangan bersama instruktur. Pengunjung juga dapat menambah dokumentasi menggunakan kamera GoPro atau kamera 360 derajat dengan biaya terpisah.

Panorama Perbukitan Menoreh menjadi daya tarik utama dalam aktivitas ini. Dari udara, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang luas sekaligus merasakan sensasi terbang yang aman bersama pilot berpengalaman.

Pengelola Siapkan Wisata Terpadu

Pengelola tidak berhenti mengembangkan wisata paralayang. Mereka telah menyusun rencana pengembangan kawasan agar wisatawan memperoleh lebih banyak pilihan aktivitas.

Salah satu program yang akan hadir ialah kawasan camping ground. Pengunjung nantinya dapat menikmati suasana alam sambil bermalam di sekitar lokasi wisata.

Selain itu, pengelola juga akan menggabungkan wisata paralayang dengan arung jeram dalam satu paket perjalanan. Konsep tersebut bertujuan menambah variasi aktivitas sekaligus memperpanjang lama kunjungan wisatawan di Kulon Progo.

Strategi tersebut berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Wisatawan yang tinggal lebih lama biasanya memanfaatkan lebih banyak layanan lokal, mulai dari penginapan hingga kuliner.

Wisatawan Mancanegara Mulai Berdatangan

Wisata Paralayang Giri Sembung mulai menarik perhatian wisatawan dari luar negeri. Hingga saat ini, sedikitnya 11 wisatawan mancanegara telah mencoba penerbangan tandem.

Mereka berasal dari China, Korea Selatan, dan Malaysia. Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa destinasi ini memiliki potensi untuk menjangkau pasar wisata internasional.

Jika promosi terus berkembang dan fasilitas semakin lengkap, jumlah wisatawan asing berpeluang meningkat pada masa mendatang. Kondisi tersebut tentu akan memberi dampak positif bagi pelaku usaha lokal.

Akses Jalan Masih Menjadi Tantangan

Meski perkembangan wisata berjalan positif, pengelola masih menghadapi beberapa kendala. Akses menuju lokasi take off masih memerlukan perbaikan. Jalan yang sempit membuat mobilitas wisatawan belum berjalan optimal.

Isfi berharap pemerintah dapat mendukung perbaikan infrastruktur tersebut. Jalan yang lebih lebar dan lebih nyaman akan mempermudah akses wisatawan menuju lokasi penerbangan.

Perbaikan infrastruktur juga akan meningkatkan kualitas pelayanan. Wisatawan dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman sejak tiba di kawasan wisata.

Wisata Paralayang Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Wisata Paralayang Giri Sembung tidak hanya menghadirkan atraksi wisata baru di Kulon Progo. Destinasi ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai usaha. Jasa ojek, rental mobil, homestay, dan kuliner tumbuh seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

Pengelola terus memperluas pengembangan kawasan melalui konsep wisata terpadu. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Banjarasri. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik, Wisata Paralayang Giri Sembung berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan yang memberi manfaat jangka panjang bagi warga sekitar.