Perum Bulog – Terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional sepanjang tahun 2026. Perusahaan pelat merah tersebut mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk menjaga pasokan beras tetap aman, mengendalikan harga di pasar, sekaligus membantu penyerapan hasil panen petani di berbagai daerah.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa stabilitas pangan menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat dan kondisi pasar nasional.
Menurut Rizal, Bulog terus memastikan distribusi cadangan pangan berjalan optimal agar masyarakat tetap memperoleh akses bahan pokok dengan harga terjangkau. Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan kesejahteraan petani.
Program SPHP Jadi Strategi Utama Pengendalian Harga Beras
Bulog menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai salah satu instrumen utama pengendalian harga beras di pasar. Program tersebut berlangsung sepanjang tahun 2026 dengan penyaluran beras medium dalam berbagai ukuran kemasan.
Selain kemasan 5 kilogram yang sudah tersedia di pasar, Bulog juga mulai menyiapkan kemasan 2 kilogram agar masyarakat lebih mudah membeli sesuai kebutuhan harian.
Beras SPHP hadir dengan standar kualitas yang sudah ditetapkan pemerintah. Produk tersebut memiliki kadar air sekitar 14 persen dan tingkat pecahan sekitar 25 persen sehingga tetap layak konsumsi dengan harga lebih terjangkau.
Pemerintah juga menetapkan harga eceran tertinggi (HET) berbeda di setiap wilayah Indonesia. Untuk wilayah zona 1 seperti Jawa, Bali, Lampung, NTB, Sumatra Selatan, dan Sulawesi, harga beras SPHP dipatok Rp12.500 per kilogram.
Sementara itu, wilayah zona 2 seperti Kalimantan, NTT, dan sebagian besar Sumatra memiliki HET sebesar Rp13.100 per kilogram. Adapun wilayah Maluku dan Papua yang masuk zona 3 menggunakan harga Rp13.500 per kilogram.
Kebijakan tersebut membantu pemerintah menjaga stabilitas harga beras di tengah tantangan distribusi dan biaya logistik antarwilayah.
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk Jutaan Keluarga
Selain menjaga harga pangan, Bulog juga menjalankan program bantuan pangan pemerintah bagi masyarakat penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari stimulus ekonomi nasional untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Bulog menyalurkan bantuan berupa beras dan minyak goreng kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Setiap keluarga menerima bantuan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari hingga Maret 2026.
Hingga akhir Mei 2026, Bulog mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai sekitar 47 persen dari total target nasional. Dalam periode tersebut, Bulog berhasil mendistribusikan sekitar 308 ribu ton beras dan 62 ribu ton Minyakita kepada masyarakat.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional juga memperpanjang masa penyaluran bantuan hingga Juni 2026 agar distribusi dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Rizal menegaskan bahwa Bulog akan terus mempercepat distribusi bantuan secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku. Ia juga memastikan koordinasi antarinstansi terus berjalan untuk menjaga kelancaran distribusi di berbagai daerah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media di sela penyembelihan hewan kurban di kawasan kantor pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Penyaluran SPHP Jagung Dukung Peternak dan Ekosistem Pangan
Tidak hanya fokus pada beras, Bulog juga memperluas program stabilisasi pangan melalui penyaluran SPHP jagung. Program tersebut bertujuan menjaga keseimbangan rantai pasok pangan nasional sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternak mandiri.
Jagung menjadi salah satu komoditas penting dalam industri peternakan, terutama sebagai bahan baku pakan ternak. Karena itu, stabilitas harga dan pasokan jagung memiliki pengaruh besar terhadap sektor pangan nasional secara keseluruhan.
Hingga akhir Mei 2026, realisasi penyaluran SPHP jagung telah mencapai hampir 11 persen dari target nasional sebesar 213 ribu ton sepanjang tahun 2026.
Bulog optimistis target tersebut dapat tercapai melalui distribusi bertahap di berbagai wilayah yang membutuhkan pasokan jagung dengan harga stabil.
Stok Cadangan Beras Nasional Tembus 5,3 Juta Ton
Sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan nasional, Bulog saat ini mengelola stok cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,3 juta ton hingga akhir Mei 2026.
Jumlah tersebut menjadi salah satu stok cadangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan berfungsi menjaga stabilitas pasokan nasional ketika terjadi gejolak harga atau gangguan distribusi pangan.
Selain menjaga stok nasional, Bulog juga terus mempercepat penyerapan hasil panen petani lokal. Hingga Mei 2026, realisasi penyerapan gabah petani telah mencapai sekitar 2,96 juta ton setara beras atau sekitar 74 persen dari target nasional sebanyak 4 juta ton sepanjang tahun.
Bulog membeli gabah petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut membantu petani mendapatkan harga jual yang layak sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Melalui berbagai program tersebut, Bulog terus memperkuat peran strategisnya dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat cadangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Indonesia.