Leapmotor C10 Vs Deepal S07 menjadi perbandingan menarik di tengah semakin banyaknya SUV listrik yang hadir di pasar otomotif Indonesia. Kedua model menawarkan teknologi modern, performa kompetitif, serta harga yang hanya terpaut tipis di kisaran Rp 600 jutaan. Meski berada dalam segmen yang berdekatan, keduanya membawa pendekatan berbeda dalam hal desain, baterai, kabin, hingga fitur keselamatan.

Leapmotor memperkenalkan C10 kepada konsumen Indonesia melalui Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sementara itu, Changan sudah lebih dahulu membawa Deepal S07 ke pasar Indonesia pada akhir 2025.

Konsumen yang mempertimbangkan kedua SUV listrik tersebut perlu melihat lebih jauh daripada sekadar harga. Spesifikasi menunjukkan beberapa perbedaan penting yang dapat memengaruhi pengalaman berkendara dan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Dimensi Leapmotor C10 dan Deepal S07

Leapmotor C10 memiliki panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm, serta jarak sumbu roda 2.825 mm. Dimensi tersebut membentuk karakter SUV yang terlihat cukup tegak dan memberikan kesan kokoh.

Deepal S07 membawa ukuran sedikit berbeda. Mobil ini memiliki panjang 4.750 mm, lebar 1.930 mm, dan tinggi 1.620 mm. Dengan angka tersebut, S07 unggul 11 mm dalam panjang dan 30 mm dalam lebar dibandingkan C10.

Sebaliknya, Leapmotor C10 memiliki bodi 60 mm lebih tinggi. Perbedaan ukuran tersebut turut membentuk identitas visual masing-masing kendaraan. C10 mempertahankan proporsi SUV yang lebih tegak, sedangkan S07 mengedepankan siluet rendah dan lebar.

Keduanya sama-sama menggunakan pendekatan desain modern dan minimalis. Leapmotor memasang lampu depan LED yang berpadu dengan garis bodi serta menggunakan hidden door handle. Deepal memilih desain yang lebih landai dan menambahkan pintu frameless untuk memperkuat nuansa premium.

Perbandingan Performa Motor Listrik

Pada sektor performa, Leapmotor C10 dan Deepal S07 sama-sama mengandalkan motor listrik dengan sistem penggerak roda belakang atau rear-wheel drive.

Leapmotor membekali C10 dengan Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang menghasilkan tenaga 165 kW atau sekitar 221 TK serta torsi maksimum 360 Nm. C10 mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam klaim waktu 7,5 detik. Kecepatan maksimumnya mencapai 180 km per jam.

Sementara itu, motor listrik Deepal S07 menghasilkan tenaga 160 kW atau sekitar 214 TK dengan torsi 320 Nm.

Jika membandingkan angka tersebut secara langsung, C10 memiliki tenaga dan torsi lebih besar. Meski selisihnya tidak terlalu jauh, konfigurasi tersebut memberikan C10 daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mempertimbangkan performa.

Sistem penggerak roda belakang pada kedua mobil juga menawarkan karakter berkendara berbeda dibandingkan sejumlah SUV listrik berpenggerak roda depan yang beredar di Indonesia.

Baterai dan Jarak Tempuh

Perbedaan lebih besar terlihat pada sektor penyimpanan energi. Leapmotor menggunakan baterai berkapasitas 69,9 kWh pada C10. Berdasarkan metode NEDC, produsen mengklaim SUV listrik tersebut mampu menempuh perjalanan hingga 478 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Deepal S07 membawa baterai berkapasitas 79,97 kWh. Kapasitas yang lebih besar tersebut mendukung klaim jarak tempuh hingga 560 kilometer berdasarkan metode NEDC.

Dengan demikian, Deepal S07 unggul secara angka dalam kapasitas baterai dan klaim jangkauan. Selisih jarak tempuh keduanya mencapai 82 kilometer berdasarkan metode pengujian yang sama.

Namun, pengemudi tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor dalam penggunaan sebenarnya. Gaya berkendara, kondisi lalu lintas, bobot kendaraan, aerodinamika, efisiensi motor, penggunaan pendingin kabin, serta kondisi jalan dapat memengaruhi konsumsi energi.

Untuk kebutuhan pengisian daya, Leapmotor C10 mendukung DC fast charging hingga 120 kW. Leapmotor mengklaim pengisian baterai dari 30 persen menuju 80 persen membutuhkan waktu sekitar 24 menit.

Leapmotor C10 vs Deepal S07

Test drive Leapmotor C10 di GIIAS 2026.

Teknologi Kabin yang Berbeda

Leapmotor C10 vs Deepal S07 juga menghadirkan persaingan menarik pada sektor interior. Keduanya sama-sama mengutamakan layar digital dan mengurangi penggunaan tombol fisik.

C10 membawa layar sentuh utama 14,6 inci beresolusi 2,5K. Leapmotor juga memberikan panel instrumen digital 10,25 inci untuk menampilkan berbagai informasi penting kepada pengemudi.

Fasilitas lainnya mencakup panoramic sunroof dengan tirai elektrik, wireless charger, kursi depan yang dapat direbahkan, serta sistem audio dengan 12 speaker.

Deepal S07 mengambil pendekatan yang lebih futuristis. Changan memasang layar tengah 15,6 inci yang dapat mengarah ke pengemudi ataupun penumpang depan.

Alih-alih menggunakan panel instrumen konvensional di balik kemudi, S07 memanfaatkan AR-HUD untuk menampilkan berbagai informasi berkendara di area pandangan pengemudi.

Deepal juga melengkapi S07 dengan panoramic sunroof dan electric sunshade, AC dual zone dengan filter PM2.5, ambient light, voice control, gesture recognition, serta kamera 360 derajat.

Karena itu, C10 menawarkan tata kabin yang relatif sederhana melalui kombinasi layar utama dan panel instrumen digital. Sebaliknya, S07 lebih berani mengeksplorasi teknologi melalui AR-HUD dan layar tengah yang dapat berubah arah.

Fitur Keselamatan dan ADAS

Leapmotor memberikan 16 fungsi Advanced Driver Assistance System atau ADAS pada C10. Sistem tersebut mencakup Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Autonomous Emergency Braking (AEB), Blind Spot Detection (BSD), serta Traffic Jam Assist (TJA).

Deepal S07 juga membawa berbagai teknologi bantuan berkendara. Changan menyediakan ABS, EBD, ESC, TCS, dan Hill Descent Control sebagai bagian dari perangkat keselamatannya.

Pada kelompok ADAS, S07 menawarkan Forward Collision Warning (FCW), Automatic Emergency Brake (AEB), Lane Departure Warning (LDW), Emergency Lane Keeping (ELK), serta Adaptive Cruise Control dengan fungsi stop and go.

Deepal menambahkan enam airbag dan kamera 360 derajat. Fitur transparent chassis juga membantu pengemudi memantau area sekitar kendaraan ketika melewati ruang sempit atau melakukan manuver.

Dengan kelengkapan tersebut, kedua SUV listrik sama-sama memberikan perhatian besar terhadap teknologi bantuan pengemudi dan keselamatan.

Harga Hanya Berbeda Tipis

Persaingan semakin ketat ketika melihat harga kedua kendaraan. Leapmotor C10 memiliki harga normal Rp 618 juta on the road (OTR) Jakarta. Sementara itu, Deepal S07 berada di kisaran Rp 619 jutaan.

Selisih harga yang sangat tipis membuat calon konsumen perlu menentukan prioritas sebelum memilih.

Leapmotor C10 menawarkan tenaga 221 TK dan torsi 360 Nm yang lebih besar dibandingkan Deepal S07. Mobil ini juga membawa layar 14,6 inci, panel instrumen digital, sistem audio 12 speaker, serta sederet teknologi ADAS.

Di sisi lain, Deepal S07 unggul dalam kapasitas baterai dan klaim jarak tempuh. Baterai 79,97 kWh memberikan klaim jangkauan hingga 560 kilometer NEDC. Fitur seperti AR-HUD, layar 15,6 inci yang dapat diarahkan, gesture recognition, serta transparent chassis turut memberikan karakter teknologi yang berbeda.

Leapmotor C10 atau Deepal S07?

Pilihan antara Leapmotor C10 vs Deepal S07 pada akhirnya bergantung pada kebutuhan pengguna. C10 dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mengutamakan tenaga dan torsi lebih besar sekaligus menginginkan SUV listrik berpenggerak roda belakang dengan harga kompetitif.

Sementara itu, Deepal S07 menawarkan keunggulan bagi pengguna yang menempatkan kapasitas baterai, klaim jarak tempuh, dan teknologi kabin futuristis sebagai prioritas utama.

Dengan harga yang hampir sama, persaingan keduanya menunjukkan bahwa konsumen Indonesia kini mempunyai semakin banyak alternatif SUV listrik. Kehadiran C10 dan S07 sekaligus memperlihatkan bagaimana produsen berlomba menawarkan kombinasi performa, jangkauan, teknologi, dan kenyamanan untuk merebut perhatian pasar kendaraan listrik nasional.