Nelayan – Angin pantai bertiup cukup kencang saat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyapa warga pesisir di Pantai Indah Kedunen (PIK), Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam suasana dialog terbuka tersebut, nelayan setempat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai keluhan dan harapan secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat pesisir.

Melalui dialog tersebut, Ipuk mendengarkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan keselamatan kerja nelayan, keterbatasan sarana melaut, hingga peluang pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat. Dengan pendekatan komunikatif, diskusi berlangsung dua arah dan menghasilkan sejumlah gagasan awal untuk perbaikan kondisi nelayan ke depan.

Nelayan Ban Hadapi Risiko Tinggi Saat Melaut

Dalam sesi penyampaian aspirasi, M. Multazam selaku perwakilan kelompok nelayan ban menjelaskan kondisi kerja nelayan yang masih penuh keterbatasan. Hingga kini, sebagian nelayan masih mengandalkan ban bekas yang dimodifikasi sebagai alat bantu melaut. Metode tersebut menuntut tenaga manual dan menghadirkan risiko tinggi, terutama ketika cuaca laut berubah secara tiba-tiba.

Lebih lanjut, Multazam menegaskan bahwa keselamatan menjadi kekhawatiran utama nelayan ban. Gelombang tinggi dan angin kencang sering kali mengancam aktivitas melaut. Bahkan, beberapa nelayan pernah mengalami kejadian berbahaya akibat tergulung ombak. Oleh karena itu, kebutuhan akan alat keselamatan seperti life jacket menjadi sangat mendesak.

Selain aspek keselamatan, Multazam juga menyoroti persoalan ekonomi. Nelayan ban umumnya menangkap ikan untuk kebutuhan ekspor. Namun, ketika musim ikan ekspor berakhir, pendapatan nelayan menurun drastis. Dalam kondisi tersebut, memperoleh penghasilan harian dalam jumlah kecil pun menjadi tantangan besar bagi keluarga nelayan.

Nelayan Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat makan bersama warga Pantai Bomo Blimbingsari.

Harapan Perahu Fiber untuk Meningkatkan Produktivitas

Seiring dengan persoalan keselamatan dan pendapatan, nelayan juga mengajukan harapan terkait sarana melaut yang lebih layak. Multazam menyampaikan keinginan agar pemerintah dapat membantu penyediaan perahu fiber. Dengan perahu yang lebih kuat dan stabil, nelayan dapat menjangkau wilayah tangkapan yang lebih jauh.

Selain itu, perahu fiber dinilai mampu meningkatkan produktivitas hasil tangkapan. Nelayan berkomitmen untuk merawat dan menjaga fasilitas tersebut dengan baik jika bantuan dapat terwujud. Harapan ini mencerminkan semangat nelayan untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidup secara mandiri dengan dukungan sarana yang memadai.

Dukungan Wisata Bahari dari Kelompok Masyarakat Pengawas

Tidak hanya nelayan ban, aspirasi juga datang dari Slamet Santoso yang mewakili Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokwasmas) Pantai Sobo Wonosari. Ia menekankan pentingnya dukungan sarana wisata laut guna menunjang pengelolaan wisata bahari berbasis masyarakat.

Menurut Slamet, potensi wisata pantai di wilayah tersebut sangat besar. Namun, keterbatasan fasilitas perahu wisata menghambat pengembangan aktivitas wisata laut. Dengan adanya bantuan perahu wisata, masyarakat pesisir dapat mengelola wisata secara optimal sekaligus membuka peluang ekonomi baru di luar sektor perikanan tangkap.

Komitmen Pemerintah Daerah Menindaklanjuti Aspirasi

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ipuk Fiestiandani menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti kebutuhan nelayan dan masyarakat pesisir. Ia berencana melibatkan sejumlah dinas terkait, mulai dari Dinas Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, hingga Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan menyeluruh. Dukungan tersebut mencakup pelatihan, perizinan usaha, penyediaan alat produksi, hingga penguatan branding produk nelayan dan pelaku usaha pesisir. Dengan pendekatan tersebut, Ipuk berharap kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat secara berkelanjutan.

Bantuan Awal dan Rencana Jangka Panjang

Dalam kesempatan yang sama, Ipuk juga menyerahkan bantuan berupa mesin kapal dan alat tangkap ikan kepada nelayan. Bantuan ini diharapkan dapat langsung menunjang aktivitas melaut dan meningkatkan efisiensi kerja nelayan.

Selain itu, Ipuk mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata pantai. Lingkungan yang bersih dan tertata akan menarik minat wisatawan serta mendukung keberlanjutan wisata bahari berbasis masyarakat.

Ke depan, Ipuk berkomitmen mengupayakan tambahan bantuan berupa life jacket dan perahu fiber. Pemerintah daerah akan mengusulkan kebutuhan tersebut kepada pemerintah pusat agar nelayan Banyuwangi dapat bekerja dengan lebih aman, produktif, dan sejahtera.