Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) – meluncurkan program inovatif berupa Lomba Konten Video Kreatif “Aku & Budayaku” sebagai upaya meningkatkan minat generasi muda dan masyarakat luas terhadap museum serta cagar budaya di Indonesia. Kompetisi ini resmi di mulai pada 5 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga batas akhir pengumpulan karya pada 30 Juni 2026.
Program ini di rancang untuk memperkuat literasi budaya di era digital, sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif mengenal, mengunjungi, dan mempromosikan kekayaan budaya nasional melalui media kreatif berbasis video.
Fokus Lomba pada Museum dan Cagar Budaya Resmi
Panitia lomba menegaskan bahwa objek yang dapat di jadikan materi konten tidak bersifat umum. Peserta di wajibkan mengangkat museum dan cagar budaya yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan, termasuk unit Museum dan Cagar Budaya serta balai pelestarian budaya di berbagai daerah.
Daftar resmi lokasi yang dapat di jadikan objek lomba telah tersedia melalui situs resmi penyelenggara. Kebijakan ini bertujuan memastikan kualitas konten tetap relevan dan mendukung promosi aset budaya yang telah terkurasi secara nasional.
Kategori Peserta dan Persyaratan Teknis
Lomba ini terbuka untuk dua kategori peserta. Kategori pertama di tujukan bagi pelajar dan mahasiswa dengan rentang usia 13 hingga 22 tahun. Sementara kategori kedua terbuka untuk masyarakat umum tanpa batasan usia maupun latar belakang profesi.
Peserta dapat berasal dari berbagai kalangan, termasuk kreator konten, jurnalis, hingga ibu rumah tangga, selama memiliki minat terhadap pelestarian budaya. Peralatan yang digunakan juga cukup sederhana, minimal menggunakan ponsel pintar.
Setiap peserta wajib membuat video kreatif dengan durasi maksimal tiga menit. Video tersebut harus di unggah terlebih dahulu ke platform media sosial seperti YouTube Shorts, Instagram, atau TikTok sebelum di daftarkan melalui formulir resmi yang disediakan panitia.

Siswa Sekolah Darurat Kartini bersama Komunitas Istri Ikatan Dokter Indonesia (IIDI) dan Komunitas Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) saat memeriahkan dan memperingati Hari Kartini di Museum Kebangkitan Nasional (ex Gedung Stovia), Jakarta, Kamis (21/4/2022).
Kreativitas dan Orisinalitas Jadi Penilaian Utama
Panitia menekankan bahwa lomba ini berfokus pada konten video yang dinamis dan kreatif. Peserta di dorong untuk melakukan eksplorasi langsung ke lokasi, membuat vlog, atau menghadirkan konsep storytelling yang menarik.
Karya yang di lombakan harus sepenuhnya orisinal dan tidak boleh meniru karya pihak lain. Selain itu, penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembuatan konten tidak di perbolehkan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan berakibat pada diskualifikasi.
Proses penilaian akan berlangsung pada 1 hingga 15 Juli 2026 dengan melibatkan dewan juri dari berbagai latar belakang, seperti perwakilan Kementerian Kebudayaan, asosiasi museum, komunitas film pendek, hingga influencer digital.
Peluang Menang dan Total Hadiah Menarik
Kompetisi ini menawarkan total hadiah yang cukup besar sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta. Setiap platform media sosial akan memiliki tiga pemenang dari masing-masing kategori, sehingga total terdapat 12 pemenang.
Juara pertama berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp50 juta, juara kedua Rp30 juta, dan juara ketiga Rp20 juta. Nominal tersebut sudah termasuk pajak yang berlaku.
Panitia optimistis bahwa lomba ini akan menarik puluhan ribu peserta, mengingat pengalaman sebelumnya menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program serupa.
Viral Positif dan Kritik Konstruktif Dapat Nilai Tambah
Selain aspek kreativitas, tingkat keterlibatan atau viralitas konten juga menjadi salah satu indikator penilaian. Namun, panitia menegaskan bahwa viralitas yang d maksud harus bersifat positif dan memberikan dampak edukatif.
Menariknya, lomba ini tidak membatasi konten hanya pada sudut pandang positif. Peserta juga di perbolehkan menyampaikan kritik konstruktif terhadap pengelolaan museum dan cagar budaya. Masukan tersebut di nilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan dan pelestarian budaya.
Mendorong Literasi Budaya di Era Digital
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya museum dan cagar budaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Konten digital dinilai sebagai sarana efektif untuk menjangkau generasi muda yang aktif di media sosial.
Inisiatif ini juga di harapkan mampu menciptakan gerakan kolektif dalam mempromosikan budaya lokal. Dengan semakin banyaknya konten kreatif yang beredar, masyarakat akan lebih mudah mengenal dan menghargai kekayaan budaya yang di miliki Indonesia.
Momentum Tepat dan Dukungan Berkelanjutan
Penyelenggaraan lomba ini di nilai tepat karena berdekatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional serta berbagai peringatan penting lainnya. Selain itu, data menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kunjungan ke museum dan cagar budaya dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara pusat dan daerah dalam mengembangkan potensi budaya. Sinergi dengan sektor swasta dan komunitas kreatif menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program pelestarian budaya.
Kesimpulan
Lomba Konten Video Kreatif “Aku & Budayaku” menjadi langkah konkret dalam menghubungkan budaya dengan dunia digital. Melalui pendekatan kreatif, program ini tidak hanya meningkatkan minat masyarakat terhadap museum dan cagar budaya, tetapi juga memperkuat identitas budaya bangsa di tengah arus globalisasi.