Laga pembuka final – Wilayah Barat NBA 2026 menghadirkan pertandingan sengit antara Oklahoma City Thunder melawan San Antonio Spurs. Bermain di Paycom Center, Selasa pagi WIB, Spurs berhasil mencuri kemenangan penting setelah menundukkan Thunder dengan skor 122-115 melalui dua kali overtime.
Hasil tersebut sekaligus menghentikan rekor sempurna Thunder di postseason NBA musim ini. Sebelumnya, Thunder tampil dominan dengan menyapu bersih lawan-lawannya sejak putaran awal playoff. Tim asuhan Oklahoma City bahkan berhasil menyingkirkan Phoenix Suns dan Los Angeles Lakers tanpa kekalahan.
Namun pada pertandingan pertama final Wilayah Barat, Spurs menunjukkan kualitas dan mentalitas yang berbeda. Meski tampil di kandang lawan dan kehilangan point guard utama, mereka tetap mampu bermain disiplin hingga akhirnya keluar sebagai pemenang.
Victor Wembanyama Tampil Luar Biasa
Bintang utama kemenangan Spurs datang dari pemain muda asal Prancis, Victor Wembanyama. Center andalan San Antonio itu tampil sangat dominan sepanjang pertandingan dengan mencatatkan 41 poin, 24 rebound, dan tiga blok.
Wembanyama menjadi sosok yang paling sulit dihentikan oleh lini pertahanan Thunder. Ia memanfaatkan keunggulan tinggi badan dan kemampuan menembak jarak jauh untuk terus memberikan tekanan kepada lawan.
Penampilan terbaik Wembanyama muncul pada momen-momen krusial, terutama saat overtime pertama dan kedua. Ketika Spurs berada dalam tekanan, pemain berusia muda tersebut berhasil mencetak sejumlah poin penting yang menjaga peluang timnya tetap hidup.
Salah satu momen paling menentukan terjadi saat overtime pertama. Wembanyama melepaskan tembakan tiga angka dari jarak jauh yang membuat skor kembali imbang 108-108. Tembakan tersebut mengubah momentum pertandingan dan membangkitkan semangat Spurs.
Thunder Kesulitan di Awal Pertandingan
Thunder sebenarnya datang ke pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka juga mendapat tambahan tenaga setelah kembalinya Jalen Williams yang sebelumnya mengalami masalah kebugaran.
Namun permainan Thunder tidak langsung berjalan sesuai harapan. Peraih MVP NBA, Shai Gilgeous-Alexander, tampil kurang efektif pada dua kuarter awal.
SGA hanya mencetak dua poin di kuarter pertama dan dua poin lagi pada kuarter kedua. Akurasi tembakannya terlihat buruk sehingga Spurs mampu mengendalikan jalannya laga sejak awal pertandingan.
Spurs memanfaatkan situasi tersebut untuk membangun keunggulan secara perlahan. Walaupun margin poin tidak terlalu besar, mereka hampir selalu memimpin sepanjang pertandingan.
Saat jeda paruh pertama, Spurs unggul tujuh poin atas tuan rumah. Keunggulan itu terus bertahan hingga akhir kuarter ketiga karena Thunder masih kesulitan menemukan ritme permainan terbaik mereka.

Pemain Spurs Victor Wembanyama melakukan dunk saat melawan Thunder di final Wilayah Barat NBA 2026 (AFP)
Kebangkitan Thunder di Kuarter Keempat
Memasuki kuarter keempat, Oklahoma City Thunder mulai menunjukkan karakter sebagai juara bertahan NBA. Shai Gilgeous-Alexander meningkatkan agresivitas serangan dan memimpin kebangkitan timnya.
SGA mencetak total 12 poin pada kuarter keempat dan berhasil membawa Thunder kembali mengejar ketertinggalan. Permainan cepat dan penetrasi yang ia lakukan mulai menyulitkan pertahanan Spurs.
Momentum penting terjadi ketika SGA mencetak layup dengan sisa waktu tiga detik. Poin tersebut membuat skor berubah menjadi 101-101 dan memaksa pertandingan memasuki overtime.
Spurs sebenarnya memiliki kesempatan memenangkan laga pada waktu normal. Namun percobaan tembakan Victor Wembanyama berhasil diblok oleh Chet Holmgren.
Overtime Jadi Penentu Kemenangan Spurs
Drama pertandingan terus berlanjut pada overtime pertama. Spurs sempat memimpin empat poin, tetapi Thunder berhasil membalikkan keadaan setelah Alex Caruso mencetak tembakan tiga angka penting.
Thunder bahkan unggul tiga poin ketika waktu tersisa kurang dari satu menit. Namun lagi-lagi Victor Wembanyama hadir sebagai penyelamat Spurs lewat tembakan tiga angka spektakuler dari jarak jauh.
Kedua tim sama-sama gagal memanfaatkan peluang terakhir sehingga pertandingan harus berlanjut ke overtime kedua.
Pada overtime kedua, Spurs tampil lebih efektif dan tenang. Duet Victor Wembanyama dan rookie Dylan Harper menjadi pembeda utama.
Wembanyama mencetak sembilan poin pada overtime kedua, sedangkan Harper menyumbang lima poin tambahan. Selain produktif dalam menyerang, keduanya juga tampil solid dalam bertahan sehingga Thunder kesulitan mencetak angka penting.
Harper sendiri hampir mencatat triple-double dengan torehan 24 poin, 11 rebound, tujuh steal, dan enam assist. Penampilan impresif tersebut memperlihatkan potensi besar yang dimiliki rookie Spurs itu.
Sementara itu, Stephon Castle juga memberikan kontribusi penting dengan 17 poin dan 11 assist.
Thunder Harus Segera Bangkit
Di kubu Thunder, Alex Caruso tampil sebagai pencetak angka terbanyak tim dengan 31 poin. Mantan pemain Los Angeles Lakers itu tampil tajam lewat delapan tembakan tiga angka dari total 14 percobaan.
Shai Gilgeous-Alexander menutup pertandingan dengan 24 poin dan 12 assist. Namun akurasi tembakannya hanya berada di kisaran 30 persen sehingga memengaruhi efektivitas serangan Thunder sepanjang laga.
Kekalahan ini membuat Thunder tertinggal 0-1 dalam seri final Wilayah Barat NBA 2026. Meski demikian, mereka masih memiliki kesempatan membalas pada game kedua yang kembali berlangsung di Paycom Center dua hari mendatang.
Sementara bagi Spurs, kemenangan dramatis tersebut menjadi sinyal bahwa mereka siap memberikan perlawanan serius dalam perebutan tiket menuju Final NBA 2026.