Bandara – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) bersama InJourney Airports menggerakkan program besar untuk mengubah wajah Bandara Internasional Minangkabau menjadi terminal modern yang kuat menampilkan identitas budaya Minangkabau. Tim pengelola bandara menata ulang konsep layanan, estetika, dan pengalaman penumpang agar bandara ini tampil sebagai gerbang utama Sumatra Barat yang lebih berkelas dan berkarakter.

Program ini menempatkan bandara sebagai ruang publik yang tidak hanya melayani pergerakan penumpang, tetapi juga memperkenalkan budaya lokal secara langsung kepada wisatawan. Manajemen bandara mengarahkan seluruh pengembangan agar setiap sudut terminal menyampaikan cerita tentang Minangkabau dalam balutan desain modern.

Investasi Rp553 Miliar untuk Transformasi Terminal

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) mengalokasikan dana sekitar Rp553 miliar untuk memperkuat kualitas terminal Bandara Internasional Minangkabau. Tim proyek mengatur Rp140 miliar khusus untuk program beautifikasi yang fokus pada peningkatan estetika ruang dalam terminal.

Sumber pendanaan berasal dari kas internal perusahaan. Pengelola bandara mengarahkan penggunaan dana agar seluruh elemen pengembangan berjalan efisien, transparan, dan tepat sasaran. Tim keuangan dan operasional juga menjaga keseimbangan antara peningkatan fasilitas dan keberlanjutan pengelolaan bandara jangka panjang.

Konsep Budaya Minangkabau Menguatkan Identitas Bandara

Tim desain menghadirkan konsep budaya Minangkabau sebagai inti transformasi terminal. Pengembang memadukan arsitektur modern dengan ornamen tradisional seperti Kaluak Paku dan Pucuak Rebung untuk menciptakan suasana khas yang langsung terasa sejak penumpang memasuki area bandara.

Pengelola bandara menekankan fungsi edukatif dalam setiap elemen desain. Setiap motif dan struktur ruang menyampaikan nilai budaya Minangkabau secara visual dan kontekstual. Pendekatan ini membantu wisatawan memahami identitas Sumatra Barat tanpa perlu penjelasan panjang.

Bandara Internasional

Pengerjaan beautifikasi dan revitalisasi terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatra Barat, Jumat (19/6/2026).

Empat Arah Pengembangan Terminal Modern

Manajemen InJourney Airports menjalankan empat fokus utama dalam pengembangan terminal. Fokus pertama menguatkan integrasi budaya Minangkabau dengan desain modern. Tim arsitektur menyusun ulang interior agar elemen tradisional muncul secara harmonis bersama konsep ruang modern yang bersih dan fungsional.

Fokus kedua meningkatkan kualitas fasilitas penumpang. Pengelola bandara memperluas kenyamanan ruang tunggu, memperbarui fasilitas sanitasi, serta memperkuat aksesibilitas untuk penyandang disabilitas. Semua langkah ini bertujuan menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.

Fokus ketiga mengoptimalkan alur pergerakan penumpang. Tim operasional menata ulang area check-in, zona komersial, dan jalur sirkulasi agar penumpang bergerak lebih lancar tanpa hambatan. Pengaturan ruang ini mempercepat proses perjalanan sekaligus mengurangi kepadatan pada jam sibuk.

Fokus keempat mengembangkan ruang hijau dalam terminal. Pengelola menambahkan elemen tanaman indoor pada beberapa titik strategis untuk menciptakan suasana segar dan menenangkan. Kehadiran ruang hijau ini mendukung kenyamanan visual sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dalam ruangan.

Pengalaman Multisensori dalam Setiap Layanan Bandara

Manajemen Bandara Internasional Minangkabau mengembangkan konsep pengalaman lima indera untuk meningkatkan kualitas layanan. Tim visual menghadirkan dekorasi bernuansa Minangkabau pada hampir seluruh area terminal sehingga penumpang langsung merasakan identitas lokal sejak tiba.

Tim layanan menghadirkan pengalaman sentuhan melalui aktivitas budaya dalam berbagai agenda bandara. Pengelola juga menghadirkan musik tradisional secara langsung pada area tertentu untuk memperkuat suasana khas daerah.

Pada sektor kuliner, tenant makanan menyajikan hidangan khas Sumatra Barat dengan desain gerai bergaya Rumah Gadang. Pengelola mendorong tenant untuk mengangkat cita rasa lokal agar wisatawan mendapatkan pengalaman autentik.

Tim operasional juga mengatur aroma khas pada beberapa area terminal untuk menciptakan suasana nyaman dan konsisten. Seluruh elemen ini bekerja bersama untuk membentuk pengalaman perjalanan yang lebih berkesan dan berbeda dari bandara lain.

Target Penyelesaian dan Arah Pengembangan Jangka Panjang

Tim proyek menargetkan seluruh proses revitalisasi selesai pada kuartal pertama tahun 2027. Pengelola bandara mengatur jadwal kerja secara bertahap agar setiap tahap pengembangan berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu operasional penerbangan.

Bandara Internasional Minangkabau terus bergerak menuju transformasi besar sebagai bandara modern berbasis budaya. InJourney Airports bersama PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) menempatkan proyek ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Sumatra Barat sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus memperkuat daya saing layanan transportasi udara Indonesia di tingkat global.