Dunia fesyen – kembali menghadirkan inovasi menarik melalui kolaborasi antara literasi dan desain busana. Pada ajang JF3 Fashion Festival 2026, Lil Public memperkenalkan koleksi terbaru bertajuk Tendo Series yang terinspirasi dari novel Toko Jajanan Ajaib Zenitendo karya Reiko Hiroshima. Koleksi ini menjadi bukti bahwa sebuah karya sastra dapat di terjemahkan ke dalam bentuk visual yang unik tanpa kehilangan esensi ceritanya.

Melalui pendekatan kreatif tersebut, Lil Public menghadirkan karakter-karakter fantasi dalam bentuk busana lengkap dengan aksesori tiga dimensi. Selain memperlihatkan identitas khas jenama, koleksi ini juga menunjukkan bagaimana tren fesyen global dapat di padukan dengan imajinasi dan dunia literasi secara harmonis.

Lil Public Mengangkat Kisah Zenitendo ke Dunia Fesyen

Panggung JF3 Fashion Festival 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading berubah menjadi ruang penuh imajinasi ketika Lil Public menampilkan koleksi Tendo Series. Berbeda dari koleksi busana pada umumnya, setiap tampilan lahir dari interpretasi terhadap novel Toko Jajanan Ajaib Zenitendo yang telah di kenal luas oleh pembaca Indonesia.

Sebelum proses desain dimulai, tim kreatif Lil Public terlebih dahulu membaca dan mempelajari isi novel secara menyeluruh. Tahapan riset tersebut dilakukan agar setiap rancangan tetap memiliki keterkaitan dengan karakter maupun pesan yang terdapat dalam cerita.

Menurut pendiri Lil Public, Muhammad Hafiz dan Al Liefta, proses kreatif tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga memahami emosi yang di bangun dalam novel. Oleh karena itu, setiap busana di rancang sebagai representasi dari karakter tertentu beserta konflik emosional yang mereka alami.

Pendekatan tersebut membuat koleksi ini terasa lebih mendalam karena setiap desain memiliki cerita yang melatarbelakanginya.

Enam Karakter Novel Di Terjemahkan Menjadi Koleksi Busana

Dari keseluruhan cerita Zenitendo, Lil Public memilih enam karakter utama yang dianggap paling mampu mewakili dunia fantasi dalam novel tersebut. Pemilihan karakter dilakukan melalui diskusi panjang dan proses voting di dalam tim kreatif.

Hasilnya, lahirlah enam rancangan utama yang terdiri atas:

  • Goburin Cardigan
  • Yukie Jacket
  • Akira Jacket
  • Keiji Jacket
  • Hidea Cardigan
  • Ide Moto Beskap

Setiap koleksi menggambarkan emosi berbeda, mulai dari rasa takut, kecemburuan, kebimbangan, hingga keinginan seseorang untuk di terima oleh lingkungan sekitarnya.

Visualisasi emosi tersebut di terapkan melalui berbagai elemen desain. Salah satunya adalah penggunaan headpiece berukuran besar yang menutupi sebagian wajah sebagai simbol seseorang yang berusaha menyembunyikan dirinya dari dunia luar.

Dengan demikian, setiap busana tidak sekadar menjadi pakaian. Melainkan juga media bercerita yang menggambarkan perjalanan emosional para karakter.

Sentuhan Tren Global Tetap Menjaga Identitas Lil Public

Selain mengambil inspirasi dari karya sastra, Tendo Series juga memperlihatkan bagaimana Lil Public mengikuti perkembangan dunia fesyen internasional tanpa kehilangan ciri khasnya.

Beberapa tren global yang terlihat dalam koleksi tersebut antara lain penggunaan motif polkadot berukuran besar dan kecil yang di susun secara tidak beraturan sehingga menghasilkan komposisi visual yang lebih ekspresif.

Di samping itu, perpaduan warna biru dengan cokelat turut menjadi bagian penting dalam beberapa tampilan. Kombinasi tersebut belakangan memang cukup banyak di gunakan oleh berbagai rumah mode dunia.

Tidak hanya itu, warna butter yellow yang menjadi salah satu tren musim panas juga di masukkan ke dalam beberapa koleksi sebagai sentuhan modern.

Walaupun mengadopsi sejumlah tren internasional, Lil Public tetap mempertahankan identitas utamanya melalui karakter monster yang selama ini menjadi simbol jenama. Monster tersebut hadir bukan sebagai makhluk menyeramkan, melainkan representasi imajinasi yang abstrak dan penuh ekspresi.

Model memperagakan koleksi Tendo Series karya Lil Public yang terinspirasi novel Zenitendo di JF3 Fashion Festival 2026.

Lil Public membawakan koleksi Tendo Series pada BRI JF3 Fashion Festival 2026, Kamis (23/07) di JF3 Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading

Ornamen Tiga Dimensi Menghidupkan Dunia Fantasi

Salah satu daya tarik terbesar dalam koleksi Tendo Series terletak pada penggunaan aksesori tiga dimensi yang membuat setiap karakter tampak hidup di atas runway.

Jika sebelumnya karakter monster hanya muncul dalam ilustrasi pada pakaian. Kini Lil Public menghadirkannya secara nyata melalui berbagai ornamen khusus.

Para model tampil mengenakan furry monster headpiece, custom 3D art headpiece, sepatu berbulu, ekor, hingga aksesori lain yang di rancang menyerupai karakter dalam dunia Zenitendo.

Selain memperkuat konsep pertunjukan, penggunaan elemen tersebut berhasil menciptakan pengalaman visual yang berbeda bagi para penonton.

Pada beberapa penampilan, ekor monster tampak bergerak mengikuti langkah model. Sementara itu, sarung tangan berukuran besar serta sepatu berbentuk kaki monster semakin memperkuat nuansa fantasi yang menjadi identitas koleksi ini.

Keseluruhan elemen tersebut menghadirkan kesan seolah-olah karakter dalam buku benar-benar keluar dari halaman cerita menuju panggung peragaan busana.

Kolaborasi Sastra dan Fesyen Masih Memiliki Peluang Besar

Di balik keberhasilan Tendo Series, Lil Public masih memiliki keinginan untuk terus mengembangkan konsep kolaborasi antara dunia literasi dan fesyen.

Muhammad Hafiz mengungkapkan bahwa salah satu penulis Indonesia yang ingin di ajak bekerja sama pada masa mendatang adalah Dee Lestari. Nama tersebut di pilih karena karya-karyanya di nilai memiliki dunia cerita yang kuat dan kaya akan imajinasi sehingga berpotensi di terjemahkan menjadi koleksi busana yang unik.

Harapan tersebut menunjukkan bahwa Lil Public tidak hanya ingin menghadirkan produk fesyen. Tetapi juga terus membangun hubungan antara karya sastra dengan industri kreatif.

Ke depan, konsep serupa berpeluang menghadirkan interpretasi baru terhadap berbagai novel Indonesia. Sehingga mampu memperluas apresiasi masyarakat terhadap dunia literasi melalui medium fesyen.

Kesimpulan

Koleksi Tendo Series yang di perkenalkan Lil Public di JF3 Fashion Festival 2026 menjadi contoh bagaimana karya sastra dapat di interpretasikan ke dalam bentuk busana tanpa menghilangkan makna aslinya. Melalui riset mendalam, eksplorasi karakter, serta penggunaan aksesori tiga dimensi. Lil Public berhasil menghadirkan pengalaman visual yang memadukan fantasi, emosi, dan kreativitas dalam satu panggung.

Selain mengusung tren fesyen global, koleksi ini tetap mempertahankan identitas khas Lil Public melalui karakter monster yang menjadi ciri utamanya. Dengan pendekatan tersebut, Tendo Series bukan hanya menjadi koleksi busana. Tetapi juga karya artistik yang memperlihatkan bahwa dunia literasi dapat berkembang ke berbagai bentuk ekspresi kreatif.