Hoshinoya Nara Prison menghadirkan pengalaman menginap unik melalui transformasi bangunan penjara bersejarah di Nara, Jepang, menjadi hotel mewah. Bangunan peninggalan era Meiji yang berdiri sejak 1908 itu kini memasuki babak baru setelah menjalankan fungsi sebagai penjara selama lebih dari satu abad.
Mengutip NDTV Travel pada Minggu (23/8/2026), masyarakat sebelumnya mengenal bangunan tersebut sebagai Penjara Nara lama. Pemerintah menggunakan kompleks bersejarah itu sebagai penjara remaja hingga 2017. Setelah operasional berakhir, pengembang kemudian memberikan fungsi baru tanpa menghilangkan identitas arsitektur yang melekat pada bangunan.
Hoshino Resorts mengembangkan Hoshinoya Nara Prison sebagai akomodasi kelas atas. Hotel ini juga menawarkan konsep yang berbeda karena memanfaatkan kompleks bekas penjara bersejarah. Konsep tersebut membuat wisatawan dapat menikmati fasilitas modern sekaligus mengenal jejak masa lalu bangunan.
Sekitar 500 Sel Berubah Menjadi 48 Suite
Pengembang melakukan perubahan besar pada bagian dalam kompleks, tetapi tetap mempertahankan berbagai karakter penting dari bangunan lama. Dahulu, kompleks Penjara Nara memiliki sekitar 500 sel. Setelah renovasi, pengelola hanya menyediakan 48 suite untuk para tamu.
Jumlah kamar yang jauh lebih sedikit memungkinkan pengembang menciptakan ruang menginap lebih luas. Tim desain menggabungkan beberapa bekas sel untuk membentuk satu suite. Beberapa kamar bahkan memanfaatkan gabungan sembilan hingga 11 sel lama.
Konten kreator perjalanan mewah Elona Karafin sempat memperlihatkan suasana interior hotel tersebut. Ia menilai kamar di Hoshinoya Nara Prison menawarkan salah satu konsep penginapan paling unik yang pernah ia tampilkan.
Struktur lama tetap memengaruhi bentuk setiap kamar. Oleh sebab itu, sejumlah suite mempunyai denah memanjang dan relatif sempit. Karafin bahkan membandingkan bentuk ruangan tersebut dengan gerbong kereta api.
Elemen Penjara Lama Tetap Mengisi Interior Hotel
Hoshinoya Nara Prison tidak sepenuhnya menghapus karakter bangunan sebelumnya. Sebaliknya, pengembang memadukan unsur sejarah dengan fasilitas modern agar tamu tetap dapat merasakan identitas asli kompleks tersebut.
Area lounge, misalnya, menampilkan dinding bata merah yang menjadi salah satu ciri bangunan lama. Sentuhan tersebut memberikan kontras dengan fasilitas hotel kelas atas yang hadir di berbagai bagian interior.
Setiap suite menyediakan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan tamu. Pengelola menghadirkan area kecil untuk menikmati kopi serta minibar. Selain itu, tamu dapat menggunakan ruang ganti dan kamar mandi dengan bathtub, shower, serta toilet terpisah.
Tim desain menempatkan kamar tidur pada bagian ujung suite. Area tersebut menggunakan konsep sederhana dengan tempat tidur dan jendela kaca berukuran kecil. Perpaduan tata ruang modern dan karakter bekas sel menciptakan atmosfer yang berbeda dibandingkan hotel konvensional.
Dengan pendekatan tersebut, Hoshinoya Nara Prison tidak sekadar menawarkan kemewahan. Hotel ini juga memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk melihat bagaimana arsitektur lama memperoleh fungsi baru tanpa kehilangan jejak sejarahnya.

Penampakan bagian depan Hoshinoya Nara Prison.
Proses Pemugaran Berlangsung Sekitar Tujuh Tahun
Transformasi kompleks berusia lebih dari 100 tahun membutuhkan proses panjang. Tim proyek menghabiskan waktu sekitar tujuh tahun untuk memugar Hoshinoya Nara Prison.
Usia bangunan membuat tim renovasi harus menangani setiap bagian secara hati-hati. Mereka tidak hanya memperbaiki struktur dan menambahkan fasilitas baru, tetapi juga menjaga unsur sejarah yang menjadi identitas kompleks.
Arsitek Hiroki Hasegawa ikut menangani proses desain. Ia berupaya menciptakan suasana baru yang memiliki karakter berbeda dari fungsi lama bangunan sebagai penjara.
Tim renovasi juga memberikan perubahan pada halaman utama. Dahulu, penghuni penjara menggunakan kawasan tersebut sebagai ruang tertutup. Kini, pengelola menghadirkannya sebagai area yang lebih tenang dan nyaman bagi para tamu.
Pendekatan itu memperlihatkan cara pengembang menggabungkan konservasi dengan kebutuhan akomodasi modern. Alih-alih menghilangkan seluruh peninggalan masa lalu, mereka menjadikannya bagian dari pengalaman menginap.
Tarif Hoshinoya Nara Prison Mulai Rp5 Jutaan
Pengalaman bermalam di bangunan bersejarah tersebut hadir dengan tarif premium. Hoshinoya Nara Prison menawarkan harga sekitar 316 hingga 514 dollar AS per malam.
Dengan asumsi nilai tukar Rp17.600 untuk setiap 1 dollar AS, biaya menginap berada pada kisaran Rp5,5 juta hingga Rp9 juta per malam. Tarif sebenarnya dapat berubah mengikuti pilihan kamar dan detail pemesanan.
Harga tersebut memberikan akses kepada tamu untuk menikmati kombinasi fasilitas mewah, arsitektur bersejarah, serta atmosfer bekas penjara yang sulit ditemukan pada hotel biasa.
Kehadiran Hoshinoya Nara Prison sekaligus menunjukkan bagaimana Jepang memberikan kehidupan baru kepada bangunan bersejarah. Kompleks yang dahulu menampung narapidana remaja kini menyambut wisatawan yang ingin menikmati pengalaman menginap dengan konsep berbeda.
Transformasi tersebut tidak menghapus masa lalu Penjara Nara. Sebaliknya, pengembang menjadikan sejarah sebagai bagian penting dari identitas hotel. Perpaduan konservasi arsitektur, desain modern, dan fasilitas kelas atas akhirnya menciptakan destinasi akomodasi yang mempunyai karakter kuat di Nara.