KAI Commuter – Mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna Commuter Line atau kereta rel listrik (KRL) di wilayah Jabodetabek pada hari Senin, yang bertepatan dengan H+2 Lebaran. Tercatat sebanyak 236.923 penumpang memanfaatkan layanan ini sebagai moda transportasi utama. Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pasca perayaan Idulfitri, terutama untuk keperluan silaturahmi maupun kembali ke aktivitas rutin.
Selain itu, peningkatan ini juga memperlihatkan bahwa transportasi publik semakin menjadi pilihan favorit masyarakat. Dengan layanan yang semakin terintegrasi dan efisien, Commuter Line mampu menjawab kebutuhan perjalanan dalam jumlah besar dengan waktu yang relatif cepat dan biaya yang terjangkau.
Distribusi Penumpang di Berbagai Lintas
Tidak hanya di Jabodetabek, lonjakan penumpang juga terjadi pada lintas lainnya. Commuter Line Basoetta mencatat sebanyak 2.737 pengguna, sementara Commuter Line Merak melayani 8.736 penumpang pada hari yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan mobilitas tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga meluas ke wilayah penyangga dan rute penghubung antar daerah.
Dengan demikian, peran transportasi rel semakin krusial dalam mendukung kelancaran arus pergerakan masyarakat selama periode libur Lebaran. Terlebih lagi, sistem yang terhubung antar stasiun memudahkan penumpang dalam melakukan perjalanan tanpa hambatan berarti.
Stasiun dengan Volume Penumpang Tertinggi
Sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna, beberapa stasiun mencatat volume penumpang yang cukup tinggi, terutama stasiun-stasiun yang berfungsi sebagai titik integrasi. Stasiun Bogor menjadi yang paling padat dengan jumlah penumpang mencapai 32.080 orang. Selanjutnya, Stasiun Jakarta Kota mencatat 13.226 penumpang, di susul Stasiun Cikarang dengan 12.518 pengguna.
Di sisi lain, Stasiun Sudirman melayani 11.056 penumpang, sementara Stasiun Tanah Abang mencatat 8.129 pengguna. Stasiun Cawang juga turut mengalami peningkatan dengan jumlah 6.483 penumpang. Adapun Stasiun Manggarai, meskipun menjadi salah satu pusat transit utama, mencatat 841 penumpang dalam periode tersebut.
Tingginya aktivitas di stasiun-stasiun ini menegaskan pentingnya peran titik integrasi dalam mendukung kelancaran perjalanan. Selain itu, keberadaan fasilitas yang memadai juga menjadi faktor pendukung kenyamanan penumpang.

Sejumlah penumpang KRL Commuter Line berjalan di peron Stasiun Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3/2026). PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengoperasikan sebanyak 1.149 perjalanan KRL Commuter Line setiap hari pada masa angkutan Lebaran 2026 di area Jabodetabek, Merak dan sekitarnya termasuk perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta.
Indikasi Tingginya Minat Transportasi Publik
Peningkatan jumlah pengguna Commuter Line menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya penggunaan transportasi publik. Selain lebih efisien, moda ini juga membantu mengurangi kemacetan serta menekan tingkat polusi di wilayah perkotaan.
Lebih lanjut, tren ini menunjukkan adanya perubahan pola perilaku masyarakat dalam memilih sarana transportasi. Jika sebelumnya kendaraan pribadi lebih dominan, kini transportasi massal mulai menjadi pilihan utama, terutama saat periode liburan dengan mobilitas tinggi.
Rekapitulasi Penumpang Selama Angkutan Lebaran
Secara kumulatif, selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung dari 11 hingga 22 Maret 2026, jumlah penumpang Commuter Line menunjukkan angka yang sangat besar. Commuter Line Jabodetabek melayani total 11.589.375 penumpang. Sementara itu, Commuter Line Basoetta mencatat 103.246 pengguna, dan Commuter Line Merak mencapai 179.376 penumpang.
Lebih menarik lagi, rekor jumlah pengguna transit terjadi di Stasiun Manggarai yang mencapai 201.617 orang dalam satu hari, tepatnya pada 22 Maret. Capaian ini menandakan bahwa stasiun tersebut memiliki peran strategis sebagai pusat perpindahan penumpang antar lintas.
Tiket Commuter Line Merak Ludes Terjual
Di sisi lain, tingginya minat masyarakat juga terlihat dari penjualan tiket Commuter Line Merak. Tiket untuk rute Stasiun Merak menuju Stasiun Rangkasbitung dilaporkan telah habis terjual hingga 25 Maret 2026. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan terhadap layanan tersebut, terutama pada masa arus balik Lebaran.
Sebagai tambahan, pemesanan tiket kini semakin mudah karena dapat di lakukan sejak tujuh hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access By KAI. Dengan sistem digital ini, pengguna dapat merencanakan perjalanan dengan lebih praktis dan efisien.
Imbauan bagi Pengguna Commuter Line
Sebagai penutup, KAI Commuter mengingatkan seluruh pengguna untuk merencanakan perjalanan dengan baik. Penumpang diimbau untuk datang lebih awal ke stasiun, mengikuti arahan petugas, serta menjaga barang bawaan dan keselamatan pribadi selama perjalanan.
Selain itu, perhatian khusus juga perlu di berikan kepada anak-anak agar tetap dalam pengawasan. Dengan kerja sama antara pengguna dan petugas, perjalanan yang aman, nyaman, dan tertib dapat terwujud.
Secara keseluruhan, peningkatan jumlah penumpang pada periode Lebaran ini mencerminkan peran vital Commuter Line sebagai tulang punggung transportasi publik. Ke depan, diharapkan layanan ini terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.