Kebahagiaan Besar – Datang kepada Sarjono, peternak sapi asal Jati Wonokromo, Bantul, setelah sapi peliharaannya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Sapi bernama Mbah Iran itu berhasil menarik perhatian tim seleksi karena memiliki kondisi fisik prima dan bobot yang mencapai sekitar satu ton.
Sarjono mengaku sangat bangga karena kerja kerasnya selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Ia tidak menyangka sapi yang selama ini ia rawat dengan penuh perhatian mampu masuk dalam daftar hewan kurban presiden.
Menurut Sarjono, proses seleksi bermula ketika seorang dokter hewan merekomendasikan sapi miliknya kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul. Setelah itu, tim dari dinas langsung melakukan pemeriksaan sebelum mengirim data sapi tersebut ke pemerintah pusat di Jakarta.
Beberapa waktu kemudian, seorang utusan dari Jakarta menghubungi Sarjono dan menyampaikan kabar bahwa Mbah Iran lolos seleksi sebagai hewan kurban Presiden Prabowo. Kabar itu langsung membuat suasana rumah menjadi penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
Mbah Iran Jadi Sapi Klangenannya Sejak Dua Tahun Lalu
Sarjono memelihara Mbah Iran selama kurang lebih dua tahun. Ia membeli sapi jenis Peranakan Ongole tersebut saat usianya sekitar tiga tahun. Kini usia sapi itu sudah mendekati lima tahun dengan postur tubuh besar dan kondisi kesehatan yang sangat baik.
Nama “Mbah Iran” ternyata memiliki cerita unik. Sarjono mengambil nama itu dari pemilik sebelumnya yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Sosok peternak lama tersebut akrab dengan panggilan Mbah Iran, sehingga nama itu tetap melekat hingga sekarang.
Bagi Sarjono, Mbah Iran bukan sekadar hewan ternak biasa. Ia menganggap sapi tersebut sebagai sapi kesayangan atau sapi klangenan karena memiliki pertumbuhan yang bagus sejak awal.
Setiap hari Sarjono memberikan perhatian khusus kepada sapi tersebut. Ia menjaga kebersihan kandang, mengatur pola makan, dan memastikan kondisi kesehatan sapi tetap stabil. Rutinitas itu ia lakukan dengan penuh ketelatenan karena ia memang menyukai dunia peternakan sejak kecil.

Peternak sapi asal Bantul Sarjono (51) sedang memandikan sapinya yang terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo di Jati Wonokromo, Bantul, Minggu (17/5/2026).
Perawatan Sapi Semakin Intensif Setelah Lolos Seleksi
Setelah Mbah Iran resmi masuk daftar hewan kurban Presiden Prabowo, Sarjono meningkatkan kualitas perawatan secara lebih serius. Ia rutin memandikan sapi setiap hari agar tubuhnya tetap bersih dan sehat.
Selain itu, petugas dari dinas peternakan juga membantu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Mereka memberikan vitamin dan obat cacing untuk menjaga kondisi sapi tetap prima menjelang hari kurban.
Sarjono juga memperhatikan kualitas pakan yang diberikan. Ia memilih rumput segar dan tambahan nutrisi agar berat badan sapi tetap stabil. Menurutnya, pola makan yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan stamina hewan ternak.
Perawatan intensif tersebut membuat kondisi Mbah Iran semakin sehat dan tampil lebih gagah. Banyak warga sekitar bahkan datang langsung ke kandang untuk melihat sapi yang terpilih menjadi hewan kurban presiden tersebut.
Pengalaman Panjang Jadi Modal Utama
Sarjono bukan peternak baru di Bantul. Ia sudah mengenal dunia peternakan sejak usia kecil karena keluarganya juga memelihara sapi. Pengalaman panjang itu membuatnya memahami cara merawat ternak dengan baik.
Saat ini ia memiliki sekitar delapan ekor sapi di kandang dekat rumahnya. Setiap sapi mendapatkan perhatian yang sama, mulai dari kebersihan kandang hingga pengaturan pakan harian.
Ia percaya kualitas ternak tidak muncul secara instan. Peternak harus memiliki kesabaran, ketelatenan, dan disiplin dalam menjaga kesehatan hewan. Karena alasan itu, Sarjono selalu mengutamakan kondisi sapi dibanding keuntungan semata.
Beberapa tahun lalu, sapi miliknya juga sempat masuk dalam proses seleksi hewan kurban untuk Joko Widodo. Namun saat itu sapi tersebut belum memenuhi salah satu syarat administrasi dan kesehatan sehingga gagal lolos.
Kegagalan tersebut tidak membuat Sarjono menyerah. Ia justru menjadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas peternakan miliknya.
Peternak Lokal Bantul Mampu Bersaing di Tingkat Nasional
Keberhasilan Mbah Iran menjadi hewan kurban Presiden Prabowo membuktikan bahwa peternak daerah memiliki kemampuan menghasilkan ternak berkualitas tinggi. Sarjono menunjukkan bahwa kerja keras dan konsistensi mampu membawa peternak lokal bersaing di tingkat nasional.
Pencapaian itu juga memberikan kebanggaan bagi masyarakat Bantul. Banyak warga merasa senang karena sapi dari daerah mereka mendapat kepercayaan sebagai hewan kurban presiden.
Selain menjadi prestasi pribadi bagi Sarjono, keberhasilan tersebut juga membuka motivasi baru bagi peternak lain agar terus meningkatkan kualitas ternak mereka. Dukungan terhadap peternak lokal dinilai sangat penting untuk memperkuat sektor peternakan nasional.
Kini Sarjono berharap dunia peternakan Indonesia terus berkembang dan semakin banyak peternak daerah mendapatkan kesempatan serupa di masa mendatang.