Produsen Otomotif – Asal Prancis, Citroën, kembali mencuri perhatian pecinta otomotif dunia. Setelah lama menghilang dari jalur produksi, perusahaan tersebut berencana menghadirkan kembali mobil legendaris Citroën 2CV dalam versi mobil listrik modern. Kehadiran model terbaru ini langsung memunculkan antusiasme besar, terutama di pasar Eropa yang kini semakin fokus pada kendaraan ramah lingkungan.

Citroën menjadwalkan debut resmi mobil tersebut pada ajang Paris Motor Show 2026 yang berlangsung pada Oktober 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan induk mereka, Stellantis, untuk memperluas pasar mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau.

Melalui proyek ini, Citroën tidak sekadar menghadirkan kendaraan baru. Mereka ingin membawa kembali karakter unik 2CV yang pernah menjadi simbol mobil rakyat di Eropa selama puluhan tahun.

Citroën 2CV Punya Sejarah Panjang di Dunia Otomotif

Citroën mulai memproduksi 2CV pada tahun 1949. Mobil ini langsung menarik perhatian masyarakat karena desainnya sederhana, ringan, dan hemat biaya. Selama lebih dari empat dekade, Citroën berhasil menjual lebih dari lima juta unit 2CV di berbagai negara.

Banyak orang menyukai mobil ini karena kemudahan perawatan dan konsumsi bahan bakarnya yang irit. Selain itu, ukuran bodinya yang ringkas membuat 2CV nyaman di gunakan di jalan sempit maupun area perkotaan yang padat.

Di masanya, 2CV menjadi kendaraan favorit keluarga kecil, petani, hingga pekerja kantoran. Mobil tersebut juga terkenal tangguh dan mampu melintasi berbagai kondisi jalan dengan nyaman.

Kini, Citroën ingin menghidupkan kembali semangat itu lewat teknologi listrik modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Desain Retro Tetap Jadi Identitas Utama

Citroën tetap mempertahankan tampilan khas 2CV agar identitas legendarisnya tidak hilang. Produsen tersebut akan menghadirkan desain retro dengan sentuhan modern yang sesuai dengan tren otomotif masa kini.

Bagian eksterior tetap menampilkan bentuk sederhana dan lekukan klasik yang menjadi ciri khas 2CV sejak dulu. Namun, Citroën akan memadukannya dengan teknologi pencahayaan modern, sistem aerodinamika terbaru, serta material bodi yang lebih ringan.

Di bagian interior, Citroën berencana menghadirkan kabin praktis dengan fitur digital yang mendukung kebutuhan pengendara modern. Mereka juga ingin menjaga konsep multifungsi agar mobil tetap nyaman di gunakan untuk aktivitas harian.

Ukuran mobil nantinya akan lebih kecil di banding Citroën ë-C3. Dengan dimensi yang lebih compact, pengendara bisa lebih mudah bermanuver di jalan perkotaan dan mencari tempat parkir.

Siluet 2CV versi listrik.

Siluet 2CV versi listrik.

Harga Murah Jadi Senjata Utama Citroën

Salah satu daya tarik terbesar dari Citroën 2CV listrik terletak pada harganya yang relatif murah. Citroën kabarnya akan memasarkan varian dasar mobil ini mulai dari 15 ribu euro atau sekitar Rp308 juta.

Harga tersebut membuat 2CV berpotensi menjadi salah satu mobil listrik termurah di Eropa. Strategi ini menunjukkan keseriusan Citroën dalam menghadirkan kendaraan listrik yang dapat di jangkau lebih banyak konsumen.

Saat ini, banyak masyarakat Eropa mulai tertarik menggunakan kendaraan listrik, tetapi sebagian masih mempertimbangkan harga yang cukup tinggi. Karena itu, Citroën melihat peluang besar untuk menghadirkan mobil listrik ekonomis tanpa mengorbankan desain dan fungsi utama kendaraan.

Selain menawarkan harga kompetitif, Citroën juga ingin memberikan biaya operasional yang lebih rendah di banding mobil berbahan bakar konvensional. Dengan begitu, konsumen bisa menikmati kendaraan modern yang lebih hemat dalam jangka panjang.

Produksi Berlangsung di Italia Mulai 2028

Citroën akan memulai produksi mobil listrik 2CV di Italia pada tahun 2028. Pabrik tersebut juga akan memproduksi generasi terbaru Fiat Panda yang menggunakan platform kendaraan berbiaya rendah serupa.

Kolaborasi platform ini membantu perusahaan menekan biaya produksi sekaligus mempercepat proses pengembangan kendaraan. Strategi tersebut juga memungkinkan Citroën menjaga harga jual tetap kompetitif di tengah persaingan pasar mobil listrik yang semakin ketat.

Citroën menegaskan bahwa mereka tetap fokus pada konsep utama 2CV, yaitu kendaraan ringan, sederhana, praktis, dan mudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Tren Mobil Klasik Listrik Semakin Populer

Kembalinya Citroën 2CV menunjukkan tren baru di industri otomotif Eropa. Banyak produsen mulai menghidupkan kembali mobil legendaris mereka dalam versi listrik modern.

Beberapa model yang sudah lebih dulu menarik perhatian publik antara lain Renault 4, Renault 5, dan Renault Twingo.

Produsen otomotif melihat nostalgia sebagai kekuatan besar untuk menarik minat konsumen. Mereka menggabungkan desain klasik dengan teknologi masa depan agar kendaraan tetap relevan di era elektrifikasi.

Citroën tampaknya ingin mengambil langkah serupa melalui 2CV listrik. Mobil ini tidak hanya menawarkan efisiensi energi, tetapi juga menghadirkan nilai emosional bagi penggemar otomotif klasik.

Jika rencana tersebut berjalan sesuai target, Citroën 2CV listrik bisa menjadi salah satu kendaraan paling menarik di pasar Eropa dalam beberapa tahun mendatang.