WEC 2026 mulai memasuki paruh kedua musim dengan persaingan kelas LMGT3 yang semakin ketat. Team WRT #32 menatap fase penting tersebut dengan optimisme lebih tinggi setelah melewati empat putaran awal yang menghadirkan empat pemenang berbeda. Situasi itu sekaligus menunjukkan bahwa belum ada satu tim yang benar-benar mendominasi kompetisi musim ini.

Empat balapan pertama memberikan gambaran jelas mengenai ketatnya perebutan posisi teratas. Team WRT #69 yang mengandalkan BMW membuka musim dengan kemenangan di Imola. Setelah itu, Garage 59 #10 bersama McLaren mengambil giliran untuk menempati posisi pertama ketika kejuaraan berlangsung di Spa.

Persaingan kemudian berlanjut melalui dua kemenangan yang melibatkan mobil Corvette. TF Sport #33 berhasil menguasai balapan Le Mans, sedangkan Racing Team Turkey #34 meraih hasil terbaik pada seri Sao Paulo.

Rangkaian hasil tersebut membuat peta persaingan LMGT3 semakin menarik menjelang putaran berikutnya. Terlebih, setiap tim masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi sepanjang paruh kedua musim.

TF Sport #33 Kuasai Puncak Klasemen LMGT3

TF Sport #33 kini memegang posisi teratas klasemen sementara LMGT3. Tim tersebut mengantongi keunggulan 27 poin atas The Bend Manthey #92 yang menggunakan Porsche. Manthey #92 sendiri berstatus sebagai juara bertahan kelas tersebut.

Kemenangan TF Sport #33 di Le Mans memberikan kontribusi besar terhadap posisi mereka saat ini. Seri Le Mans menawarkan poin ganda sehingga keberhasilan meraih kemenangan pada balapan tersebut menghasilkan keuntungan signifikan dalam perburuan gelar.

Meski pemimpin klasemen memiliki jarak cukup nyaman, persaingan di belakangnya justru berlangsung jauh lebih rapat. Mulai dari Manthey #92 yang menduduki posisi kedua hingga tim penghuni peringkat ke-10, jarak mereka hanya mencapai 19 poin.

Kondisi itu membuat setiap balapan pada paruh kedua WEC 2026 memiliki arti penting. Satu hasil positif dapat membawa sebuah tim naik beberapa posisi. Sebaliknya, kegagalan memperoleh poin maksimal berpotensi membuat posisi mereka turun dengan cepat.

6 Hours of COTA Hadirkan Situasi Berbeda

Putaran kelima WEC 2026 akan berlangsung melalui Lone Star Le Mans atau 6 Hours of COTA. Balapan akhir pekan ini menawarkan cerita berbeda dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, dua tim yang memenangi masing-masing kelas pada balapan musim lalu tidak kembali mempertahankan kemenangan mereka di COTA. Porsche Penske sudah tidak meneruskan program Hypercar pada musim 2026.

Sementara itu, United Autosports #95 yang memenangi balapan LMGT3 di COTA tahun lalu juga tidak mengikuti program kelas tersebut musim ini. Ketika meraih kemenangan tersebut, United Autosports #95 mengandalkan Sean Gelael, Darren Leung, dan Marino Sato.

United Autosports memilih mengalihkan fokusnya ke proyek lain. Tim tersebut mempersiapkan peran sebagai mitra operasional McLaren untuk program Hypercar yang rencananya mulai berjalan pada 2027.

Meski United Autosports tidak lagi menjalankan program LMGT3, McLaren tetap memiliki wakil di kelas tersebut. Garage 59 mengambil alih pengelolaan program dengan menurunkan mobil nomor 10 dan 58.

Sean Gelael dan Darren Leung Kembali ke COTA Bersama BMW

Sean Gelael dan Darren Leung tentu membawa kenangan positif ketika kembali menghadapi balapan di COTA. Keduanya menjadi bagian penting dari kemenangan United Autosports #95 pada musim lalu.

Namun, WEC 2026 memberikan tantangan yang berbeda. Sean dan Darren sekarang memperkuat Team WRT #32 serta mengendarai BMW. Mereka berbagi mobil dengan pembalap berpengalaman Augusto Farfus.

Kombinasi tersebut membuat Team WRT #32 memiliki alasan untuk menatap 6 Hours of COTA dengan kepercayaan diri lebih tinggi. Pengalaman Sean dan Darren di sirkuit tersebut dapat menjadi modal berharga, meskipun mereka sekarang menghadapi kondisi dan kendaraan yang berbeda.

Team WRT juga menegaskan kesiapan tim setelah jeda musim berakhir. Melalui akun resminya, mereka menyampaikan bahwa masa liburan sudah selesai dan seluruh anggota tim kini mengalihkan perhatian menuju tantangan berat berikutnya.

Dengan persaingan klasemen yang masih sangat terbuka, Team WRT #32 membutuhkan hasil maksimal untuk memperkuat posisinya. Selain kecepatan mobil, konsistensi pembalap, strategi pit stop, serta kemampuan tim menghadapi berbagai kondisi balapan akan memainkan peran besar.

WEC 2026

Team WRT 32 akan turun di 6 Hours of Spa akhir pekan ini.

Team WRT #32 Memburu Hasil Positif di Paruh Kedua Musim

Putaran COTA berpotensi menjadi momentum penting bagi Team WRT #32 untuk memulai paruh kedua WEC 2026 dengan hasil kuat. Apalagi, empat balapan sebelumnya selalu menghasilkan pemenang berbeda sehingga peluang menciptakan kejutan masih terbuka lebar.

Persaingan ketat dari posisi kedua sampai ke-10 juga membuat setiap poin semakin berharga. Team WRT #32 perlu memanfaatkan pengalaman para pembalapnya sekaligus menjaga performa BMW sepanjang enam jam balapan.

Sean Gelael dan Darren Leung sudah membuktikan kemampuan mereka menaklukkan COTA pada musim sebelumnya. Kini keduanya membawa pengalaman tersebut ke lingkungan baru bersama Augusto Farfus dan Team WRT #32.

Penggemar balap Indonesia dapat mengikuti 6 Hours of COTA melalui siaran livestreaming di kanal YouTube KUY Entertainment. Balapan tersebut dijadwalkan berlangsung Senin, 7 September 2026, mulai pukul 01.00 WIB.

Dengan persaingan LMGT3 yang belum menghasilkan satu kekuatan dominan, paruh kedua WEC 2026 menjanjikan pertarungan semakin sengit. COTA pun menjadi kesempatan bagi Team WRT #32 untuk membuktikan kepercayaan diri mereka sekaligus membuka peluang meraih hasil lebih besar pada sisa musim.