Barang Premium mulai mendapat perhatian lebih besar dari konsumen muda yang kini semakin mempertimbangkan kualitas dan manfaat produk sebelum berbelanja. Mereka tidak lagi menjadikan harga murah sebagai satu-satunya alasan untuk membeli sebuah barang, tetapi mulai menghitung kesesuaian antara harga, mutu, dan masa penggunaan produk.

Perubahan pola konsumsi tersebut terlihat dari perkembangan penjualan merek premium di Lazada sepanjang 2026. Secara tahunan atau year-on-year, penjualan produk premium melalui platform tersebut tumbuh hingga tiga kali lipat.

Sejumlah kategori bahkan mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Kategori fashion tumbuh empat kali lipat, sementara peralatan rumah tangga mencapai tiga kali lipat. Adapun elektronik mencatat peningkatan 2,1 kali dan produk kecantikan tumbuh 1,5 kali lipat.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa konsumen mulai memberikan ruang lebih besar bagi produk dengan kualitas yang mereka anggap sebanding dengan biaya yang harus di keluarkan.

Konsumen Online Didominasi Kelompok Lebih Muda

Country Online Manager Estée Lauder Indonesia Siska Mulyasaputri melihat perubahan perilaku konsumen turut tercermin dari pilihan kanal berbelanja. Menurutnya, kelompok konsumen yang memilih transaksi secara daring cenderung berasal dari generasi yang lebih muda.

Dalam peluncuran LazMall Luxury di Jakarta pada Selasa (1/9/2026), Siska menjelaskan bahwa semakin banyak konsumen muda yang merasa nyaman menggunakan kanal online.

Namun, setiap konsumen tetap memiliki kebiasaan berbeda. Sebagian orang masih memilih mendatangi toko fisik, sedangkan kelompok lainnya lebih nyaman melakukan transaksi melalui kanal digital.

Karena itu, merek perlu memahami kebiasaan masing-masing konsumen. Perusahaan dapat mengarahkan pelanggan ke kanal yang sesuai dengan preferensi mereka, baik secara offline maupun online.

Pendekatan tersebut juga membuat strategi pemasaran menjadi lebih relevan. Melalui pemasaran digital, merek dapat mengenali kecenderungan konsumen secara lebih personal dan menyesuaikan pendekatan berdasarkan preferensi mereka.

Selain mempunyai karakter konsumen yang lebih muda, kanal online juga menjangkau wilayah geografis yang lebih luas. Kondisi tersebut memberikan kesempatan kepada merek untuk mendekati konsumen dengan kebutuhan dan kebiasaan belanja yang semakin beragam.

Harga Murah Bukan Lagi Pertimbangan Utama

Perubahan lain muncul pada cara konsumen menentukan produk yang akan mereka beli. Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo menjelaskan bahwa pelanggan mulai beralih dari produk yang mengutamakan keterjangkauan harga menuju barang yang menawarkan value for money.

Dengan kata lain, konsumen tidak semata-mata mencari produk dengan banderol paling rendah. Mereka mulai menilai manfaat yang akan diperoleh di bandingkan dengan uang yang harus dikeluarkan.

Kemudahan mendapatkan informasi turut mendorong perubahan tersebut. Konsumen sekarang dapat mempelajari kualitas suatu barang melalui berbagai konten, referensi, maupun rekomendasi dari orang lain sebelum mengambil keputusan.

Akses informasi itu membuat pembeli memiliki lebih banyak bahan pertimbangan. Selain itu, Amelia melihat konsumen mulai menunjukkan kecenderungan untuk lebih selektif sekaligus membangun loyalitas terhadap produk yang mereka nilai berkualitas.

Akibatnya, harga yang lebih tinggi tidak selalu membuat calon pembeli mengurungkan niat. Konsumen dapat memilih barang yang lebih mahal ketika mereka melihat manfaat dan kualitas yang sesuai dengan harga produk tersebut.

Pertimbangan mengenai masa penggunaan juga ikut memengaruhi keputusan. Sebagian konsumen memilih mengeluarkan biaya lebih besar untuk memperoleh barang yang mereka anggap memiliki nilai lebih baik daripada membeli produk murah yang harus lebih cepat diganti.

Barang Premium

Ilustrasi belanja online.

Nilai Produk Semakin Menentukan Keputusan Belanja

Fenomena tersebut menunjukkan perubahan penting dalam pasar premium. Konsumen tidak hanya menghubungkan produk premium dengan harga tinggi atau citra sebuah merek. Sebaliknya, mereka mulai mempertimbangkan nilai guna yang bisa diperoleh setelah membeli produk.

Pola ini membuat kualitas memegang peran semakin penting dalam keputusan pembelian. Konsumen memiliki kesempatan lebih luas untuk membandingkan produk sekaligus mencari informasi sebelum menentukan barang yang sesuai dengan kebutuhan.

Dengan demikian, merek perlu menawarkan alasan yang kuat kepada konsumen ketika menjual produk dengan harga lebih tinggi. Kualitas dan manfaat produk menjadi bagian penting dari pertimbangan pembeli, terutama ketika mereka mencari barang yang memberikan nilai sepadan dengan biaya.

Produk Premium untuk Laki-laki Mulai Tumbuh

Pertumbuhan pasar premium juga mulai menjangkau kategori produk untuk laki-laki. Amelia menyebut segmen tersebut memang masih lebih kecil dibandingkan sejumlah kategori lainnya. Meski demikian, permintaannya mulai memperlihatkan momentum pertumbuhan.

Menurut Amelia, peningkatan itu muncul seiring bertambahnya kesadaran laki-laki terhadap kebutuhan mereka sendiri. Perkembangan tersebut memperluas pasar produk premium yang sebelumnya lebih banyak terlihat pada kategori seperti fashion perempuan dan kecantikan.

Tren ini sekaligus memperlihatkan bahwa perhatian terhadap kualitas semakin menyebar ke berbagai kelompok konsumen dan kategori produk. Walaupun segmen premium laki-laki masih berada dalam tahap perkembangan, pertumbuhannya mulai memberikan gambaran mengenai perubahan kebutuhan pasar.

Pada akhirnya, perkembangan belanja barang premium memperlihatkan perubahan cara konsumen muda menentukan pilihan. Harga tetap menjadi pertimbangan, tetapi kualitas, manfaat, informasi produk, serta kesesuaian nilai dengan biaya kini ikut memainkan peran penting.

Konsumen semakin memiliki banyak referensi sebelum berbelanja. Karena itu, produk dengan harga lebih tinggi tetap memiliki peluang menarik perhatian selama konsumen menilai kualitas dan manfaat yang mereka peroleh sebanding dengan uang yang harus mereka keluarkan.